SUMEDANG, Wplus62.com – Suasana haru sekaligus penuh tawa menyelimuti Mako Polsek Tanjungsari saat tokoh sepak bola Jawa Barat, H. Umuh Muchtar, memberikan sambutan dalam acara Pelepasan Purna Tugas Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supriyanto, Selasa (28/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Manajer Persib Bandung ini melontarkan pernyataan menggelitik namun penuh makna tentang hubungan antara prestasi olahraga dan dedikasi para abdi negara di Jawa Barat.
Loyalitas Tanpa Batas
Umuh Muchtar menekankan pentingnya loyalitas bagi setiap anggota kepolisian dan TNI kepada pimpinannya. Namun, dengan gaya bicara khasnya yang blak-blakan, ia juga mengaitkan kesuksesan karier aparat dengan kecintaan mereka terhadap tim kebanggaan rakyat Jawa Barat, Persib.
“Semua anggota dan pimpinan harus loyal kepada pimpinan dan juga harus mendoakan Persib. Kalau tidak ikut jadi warga Persib, nanti sulit naik pangkat,” kelakarnya yang disambut gelak tawa para hadirin.
Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara Persib dan aparat keamanan. Menurutnya, dukungan dari segala lini, termasuk doa dari para pejabat, menjadi energi tambahan bagi klub berjuluk Pangeran Biru.
Nostalgia Persib Lepas APBD
Di sela-sela candaannya, Umuh juga menyisipkan kisah perjuangan pahit saat ia baru mengambil alih Persib pada tahun 2008. Ia menceritakan betapa beratnya memimpin klub tanpa sokongan APBD kala itu, hingga harus menggadaikan sertifikat rumah demi menutupi biaya operasional pemain.
“Dulu di 2008 tidak ada APBD, tidak ada uang pemerintah. Saya datang malam-malam bawa sertifikat ke sahabat pengusaha untuk pinjam uang demi Persib. Kalau istri saya tidak mendukung, mungkin Persib tidak akan ada seperti sekarang,” ungkapnya.
Menurutnya, karena sangat mencintai Persib, ia sampai membawa sertifikat rumah dan istrinya pun tahu, dijadikan jaminan untuk pinjam uang ke pengusaha.
Kondisi Finansial Persib Saat Ini
Kontras dengan masa lalu, Umuh menegaskan bahwa kondisi Persib Bandung saat ini jauh lebih sehat dan profesional. Ia menyebut klub tidak lagi merugi berkat kucuran dana dari sponsor yang melimpah.
“Persib sekarang tidak rugi. Sponsor masuk banyak, jadi mau kontrak pemain mahal sekalipun kita mampu,” tegasnya. Ia mencontohkan keberanian manajemen membayar kontrak pemain bintang seperti Essien yang mencapai belasan miliar rupiah sebagai bukti kekuatan finansial klub saat ini.
Janji Pesta Juara
Menutup sambutannya, Umuh Muchtar memberikan motivasi dan janji kepada masyarakat Tanjungsari. Jika Persib Bandung berhasil meraih gelar juara kembali, ia siap menggelar syukuran besar dengan menjamu warga di rumahnya.
Umuh bahkan sudah merencanakan menu khusus untuk perayaan tersebut. “Nanti kalau juara, saya siapkan makan-makan. Cukup dengan menu gulai saja, saya pesan langsung dari Ustaz Fuad karena rasanya enak sekali,” pungkasnya.
Acara pelepasan purna tugas ini pun berakhir dengan hangat, menandai selesainya masa bakti Kompol Nanang Supriyanto sekaligus mempererat tali silaturahmi antara tokoh masyarakat dan aparat keamanan setempat.***
