Berita Terkini

Kisah Haru Bocah F: Kecil-Kecil Memulung di Jakarta, Kini Kapolres Jaktim Pulangkan ke Sumedang

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal langsung menghubungi ibu bocah pemulung asal Sumedang
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal langsung menghubungi ibu bocah pemulung asal Sumedang

JAKARTA, Wplus62.com – Di balik bisingnya mesin pabrik di kawasan industri Pulo Gadung, seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun berinisial F tampak sibuk memungut botol bekas. Bukan untuk bermain, F terpaksa menyusuri jalanan keras Jakarta Timur demi membantu neneknya menyambung hidup. Kisah memilukan bocah asal Sumedang ini mendadak viral dan menggetarkan hati netizen.

Nasib malang seolah mengepung hidup F. Saat sang ayah mendekam di balik jeruji besi Polres Bekasi, sang ibu, SS, telah memulai hidup baru di Jawa Barat. F bersama adiknya, N (3), pun harus tinggal di sebuah lapak pemulung yang jauh dari kata layak.

Kapolres Jaktim Turun Tangan Langsung

Pemandangan memprihatinkan ini langsung memicu respons cepat dari aparat kepolisian. Pada Kamis (12/3/2026), Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, bersama jajarannya mendatangi langsung tempat tinggal F.

Suasana haru menyelimuti lapak pemulung tersebut saat Kombes Alfian menyapa kedua bocah malang itu. Sambil memberikan makanan ringan, Kapolres menunjukkan sisi humanis Polri yang melampaui tugas penegakan hukum.

“Kami hadir sebagai bagian dari negara yang berkewajiban memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan dan masa depan yang layak,” ujar Kombes Alfian Nurrizal, Jumat (13/3/2026).

Penjemputan Penuh Air Mata dan Harapan

Polres Metro Jakarta Timur tidak sekadar memberi bantuan sembako. Kombes Alfian berinisiatif menghubungi ibu kandung bocah tersebut melalui video call. Dalam percakapan yang emosional, SS menyatakan kesiapannya untuk kembali mengasuh F dan N di Sumedang.

Setelah melalui proses koordinasi yang matang dengan Dinas Sosial, sebuah langkah besar diambil. Pada Jumat sore, mobil dinas kepolisian bergerak membawa misi mulia: mengantar F dan adiknya pulang ke pelukan sang ibu.

Komitmen Negara Lindungi Hak Anak

Kepala Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Cakung, Dhona Susanti, menegaskan bahwa sinergi ini adalah bukti kehadiran negara bagi masyarakat kecil.

“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara terkoordinasi agar masa depan mereka tetap terjamin,” tegas Dhona.

Kombes Alfian memastikan bahwa pengawalan terhadap F tidak berhenti sampai di Sumedang saja. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Sumedang dan Dinas Sosial setempat untuk memantau tumbuh kembang kedua anak tersebut di lingkungan baru mereka.

Kini, F tak perlu lagi memanggul karung botol bekas. Ia kembali menjadi anak-anak pada umumnya, mengejar masa depan di tanah kelahirannya, Sumedang.