EDITORIAL — Selamat Hari Pers Nasional 2026! Hari ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi genap berusia 80 tahun. Sebuah usia yang sangat matang—ibarat pendekar, PWI ini sudah di level “suhu“. Di kantor Wplus62, kami menyambutnya dengan antusiasme tinggi, meski dompet kami masih dalam mode “hemat energi”.
Tema HPN tahun ini mentereng sekali: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Sebuah rima yang indah di telinga, tapi sekaligus menjadi “PR” raksasa yang bikin kening berkerut lebih dalam dari lipatan koran lama.
Pers Sehat: Bukan Sekadar Bebas Kolesterol
Bicara soal “Pers Sehat“, kita bukan cuma bicara soal wartawan yang rajin makan sayur atau rutin treadmill. Pers yang sehat artinya ekosistemnya tidak penyakitan karena virus hoax dan bakteri klikbait.
Masalahnya, bagaimana mau sehat kalau tiap hari kita dipaksa “diet ketat” oleh algoritma platform global? Kita bikin investigasi mendalam berhari-hari, eh kalah viral sama video orang makan seblak pakai sedotan. Kalau ekosistemnya toksik begini, pers kita bukannya sehat, yang ada malah kena “gejala tipus digital”: pusing, lemas, dan kurang gizi informasi.
Ekonomi Berdaulat: Jangan Cuma Jadi Penonton di Rumah Sendiri
Lalu soal “Ekonomi Berdaulat“. Ini poin yang paling krusial. Bagaimana bangsa bisa kuat kalau ekonominya masih “disetir” oleh kepentingan asing yang cuma peduli pada jumlah klik?
Di sini kami ingin menyenggol sedikit pemerintah yang terhormat. Katanya ingin ekonomi media berdaulat? Ya, tolong dong, aturannya dipertegas. Jangan biarkan kue iklan habis dicaplok raksasa teknologi luar negeri sementara media lokal cuma dapat remah-remahnya (itu pun kalau nggak jatuh ke lantai).
“Pers yang berdaulat secara ekonomi adalah pers yang tidak perlu ‘ngemis’ proyek pencitraan demi bisa bayar uang sewa kantor.”
Pemerintah perlu memastikan bahwa kedaulatan ekonomi ini merembes sampai ke bawah—sampai ke kantong para wartawan lapangan yang sepatunya sudah menipis demi mengejar konfirmasi berita. Jangan sampai bangsanya kuat, ekonominya berdaulat, tapi wartawannya tetap jadi golongan “ekonomi rendah yang tabah”.
Bangsa Kuat: Karena Informasi Bukan Fiksi
Kita sepakat, “Bangsa Kuat” lahir dari masyarakat yang tercerahkan. Dan yang mencerahkan itu adalah pers yang punya integritas. Di usia PWI yang ke-80 ini, kami berharap pemerintah tidak hanya menjadikan pers sebagai “pemanis” dalam pidato kenegaraan.
Berikan kami perlindungan nyata, bukan cuma regulasi yang bikin ribet, tapi proteksi terhadap hak-hak jurnalis di tengah gempuran AI dan disrupsi ekonomi. Kita ingin PWI terus berdiri tegak hingga 80 tahun berikutnya, bukan sebagai fosil sejarah, tapi sebagai pilar demokrasi yang bugar dan punya wibawa (serta saldo rekening yang layak).
Selamat ulang tahun PWI, selamat HPN 2026! Mari kita tetap menyala, meski sinyal sering hilang-timbul dan nasib masih dalam tahap negosiasi.***













