BANDUNG, Wplus62.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), merespons keras kritik pedas warga terkait mandeknya proyek “Sasak Geulis” Jembatan Citarum Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Melalui akun media sosial pribadinya, pria yang akrab disapa Kang Dedi ini memastikan bahwa pemerintah provinsi tidak tinggal diam dan telah menyiapkan anggaran besar untuk menuntaskan proyek tersebut pada tahun 2026.
Kritik Tajam “Kurang Kepedulian”
Sebelumnya, gelombang protes warga memuncak lewat bentangan spanduk di sekitar lokasi proyek. Kalimat menohok seperti “Bukan kurang anggaran, tapi kurang kepedulian” dan “Tahun Silih berganti, jembatan mangkrak” menjadi viral dan memicu diskusi publik mengenai kinerja infrastruktur di Jawa Barat.
Alasan Anggaran Membengkak Jadi Rp100 Miliar
Menanggapi tudingan “mangkrak”, KDM menjelaskan bahwa proyek ini mengalami penyesuaian teknis yang signifikan. Ia membeberkan bahwa awalnya pemerintah merancang pembangunan dengan anggaran Rp60 miliar.
Namun, rencana tersebut berubah setelah adanya rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Permintaan BBWS: Jembatan harus lebih tinggi untuk memenuhi standar teknis dan keamanan aliran sungai.
Konsekuensi Biaya: Penyesuaian elevasi ini mendongkrak kebutuhan dana hingga mencapai Rp100 miliar.
“Pembangunan itu membutuhkan perencanaan, pembebasan lahan, dan pembiayaan. Semua sudah kami persiapkan,” tegas KDM melalui unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (7/2/2026).

Progres Lahan dan Permohonan Maaf
KDM menekankan bahwa saat ini proses pembebasan lahan sudah berjalan. Ia secara ksatria mengapresiasi keberanian warga dalam menyampaikan kritik dan memohon maaf atas keterlambatan eksekusi di lapangan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjadikan Jembatan Citarum Dayeuhkolot sebagai prioritas infrastruktur guna mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Bandung.***













