SUMEDANG, Wplus62.com – Kecelakaan maut kembali memakan korban di lintasan Jalan Raya Bandung-Cirebon. Seorang siswi SMP Negeri 1 Tanjungsari berinisial FRN meninggal dunia setelah sebuah sepeda motor menghantam tubuhnya saat menyeberang jalan pada Selasa (3/2/2026) malam.
Peristiwa memilukan ini memicu reaksi keras dari pemerintah desa setempat yang menyoroti minimnya fasilitas penerangan jalan.
Kronologi Kejadian di Jalur Tengkorak Tanjungsari
Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, membeberkan kronologi insiden yang terjadi sekira pukul 20.20 WIB tersebut. Berlokasi di Dusun Lanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari Sumedang, korban sedang menyeberang jalan bersama tiga kerabatnya.
Tiba-tiba, sebuah sepeda motor Honda Vario (D 4658 UER) yang dikendarai AK, warga Dusun Citali RT 03, RW 01, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, melaju kencang dari arah Sumedang menuju Bandung. Motor tersebut menabrak korban hingga mengalami luka serius.
“Petugas segera membawa korban ke RS Unpad Jatinangor. Namun, korban mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani penanganan medis,” ujar AKP Awang.

Kades Tanjungsari: Lokasi Gelap Gulita, Kami Butuh PJU!
Menanggapi tragedi ini, Kepala Desa Tanjungsari, Erry Supriyadi, menyampaikan duka mendalam sekaligus melayangkan protes terkait kondisi jalan. Ia menegaskan bahwa minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.
“Tadi pagi saya langsung mendatangi kantor PLN Tanjungsari untuk meminta pemasangan PJU di lokasi tersebut. Jalur itu sangat gelap saat malam hari,” tegas Erry saat ditemui di Kantor DPK Apdesi Tanjungsari, Rabu (4/2/2026).
Terbentur Kewenangan Provinsi
Meski pihak desa siap mengalokasikan anggaran untuk jalan lingkungan, Erry mengaku terbentur aturan karena TKP berada di jalan nasional yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami memiliki keterbatasan kewenangan. Jika itu jalan desa, tahun ini pun kami pasang lewat anggaran PIK. Tapi karena ini jalan nasional, kami hanya bisa memohon,” jelasnya.
Erry berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Pemprov Jabar segera bertindak nyata. Ia tidak ingin nyawa warga kembali melayang akibat fasilitas jalan yang tidak memadai.













