SUMEDANG, Wplus62.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menerima kunjungan penting Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Jawa Barat di Ruang Rapat Sekda, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (3/2/2026).
Pertemuan ini fokus membahas strategi percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan rantai pasok lokal.
Para Kepala KPPG wilayah Cirebon hingga Bekasi hadir untuk menyatukan skema distribusi pangan yang sehat dan transparan.
Libatkan Petani Lokal, Sumedang Siap Jadi Percontohan
Dalam diskusi tersebut, Sekda Tuti menegaskan bahwa Kabupaten Sumedang siap menjadi daerah percontohan nasional dalam mengintegrasikan hasil tani lokal ke dalam menu MBG. Pemkab Sumedang telah memiliki sistem pemantauan ketersediaan bahan baku yang mumpuni.
“Kami menjembatani komunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar bahan baku MBG benar-benar bersumber dari petani lokal. Kami punya datanya, jadi menu bisa disesuaikan dengan stok pangan daerah tanpa mengurangi standar gizi sedikit pun,” tegas Tuti.
Cegah Monopoli Sesuai Arahan Presiden
Kepala KPPG, Yulian, menjelaskan bahwa kunjungannya ke Sumedang bertujuan untuk memastikan tidak ada monopoli dalam penyediaan komoditas pangan. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar program MBG membawa dampak ekonomi yang inklusif.
“Instruksi Presiden jelas: perputaran uang jangan hanya di kelompok tertentu. Kami pastikan rantai pasok MBG menyerap hasil produksi lokal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ujar Yulian.
Sinergi Data dan Standar Kesehatan
Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, KPPG akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait di lingkungan Pemkab Sumedang, seperti Dinas Pertanian dan Peternakan. Fokus utamanya adalah:
- Validasi Data: Menjadikan data stok pangan daerah sebagai basis utama penentuan rantai pasok.
- Standar Higiene: Memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) demi keamanan konsumsi siswa.
Dengan pertemuan ini, Pemkab Sumedang dan KPPG optimistis program MBG tidak hanya mencetak generasi sehat, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi bagi para petani di Kabupaten Sumedang.***
