SUMEDANG, W+62.COM – Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, resmi meluncurkan Maskot Ubi Cilembu yang akrab disapa “UCIL” di Gelanggang Serba Guna Polres Sumedang, Selasa (27/1/2026). Langkah inovatif ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi nyata kepolisian dalam memperkuat identitas lokal sekaligus menggenjot ketahanan pangan nasional.
Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga kelompok tani memadati lokasi. Mereka menyaksikan transformasi ubi legendaris Sumedang menjadi simbol gerakan sosial yang modern.
Ubah Preman Menjadi Petani
Dalam pidatonya, AKBP Sandityo Mahardika menegaskan bahwa Polres Sumedang kini melampaui tugas konvensional penegakan hukum. Ia menggerakkan personelnya untuk menyentuh sisi sosial dan ekonomi masyarakat secara langsung.
“Kami membina saudara-saudara kita yang dulu terjebak aksi premanisme. Kami membekali mereka keterampilan bertani Ubi Cilembu agar memiliki masa depan produktif,” ujar Kapolres dengan tegas.
Melalui UCIL, Polres Sumedang ingin memastikan komoditas unggulan daerah ini merambah pasar nasional hingga internasional, sembari menjaga ketersediaan pangan di tingkat akar rumput.

Solidaritas di Balik Selebrasi
Acara yang berlangsung meriah dengan tarian tradisional ini tidak melupakan sisi kemanusiaan. Di tengah peluncuran maskot, Polres Sumedang menggalang donasi untuk korban banjir bandang di Sumatera. Para tamu undangan secara spontan memberikan bantuan sebagai bentuk empati nasional.
“UCIL adalah simbol harapan. Kita menjaga potensi lokal, memberdayakan masyarakat, dan tetap peduli pada sesama yang sedang tertimpa musibah,” tambah AKBP Sandityo.
Komitmen Bersama
Kegiatan mencapai puncaknya saat seluruh elemen masyarakat menandatangani komitmen bersama untuk mendukung pelestarian Ubi Cilembu. Lagu “Padamu Negeri” yang menggetarkan ruangan tepat pukul 11.20 WIB menjadi penutup rangkaian acara.
Dengan lahirnya UCIL, Polres Sumedang membuktikan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan potensi lokal mampu menciptakan harmoni serta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.***













