SUMEDANG, W+62.COM– Kapolsek Cimanggung, Kompol Aan Supriatna memantau terus perkembangan peristiwa keracunan yang menimpa santri Pondok Pesantren Nuurush Sholaah di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Jumat malam (19/12/2025).
Diungkapkan Kapolsek Cimanggung, peristiwa keracunan santri yang menghebohkan itu, berawal dari kegiatan pengajian rutinan pada malam Jumat (Kamis malam, 18/12/2025) atau 24 jam setelah kegiatan.
“Keracunan ini terjadi setelah santri mengkonsumsi makanan catering yang disajikan setelah pengajian malam Jumat,” kata Kompol Aan.
Para santri yang diduga keracunan itu mengeluhkan perut mual, pusing hingga demam, sambung Kompol Aan, setelah mengkonsumsi makanan catering yang terdiri dari nasi, daging ayam, telur pedas, dan kentang kering.
“Dari 116 santri yang terkena keracunan, 61 di antaranya telah dirujuk ke 5 Rumah Sakit terdekat. Sementara sisanya ditangani di pesantren oleh tim kesehatan dari Dinkes dan puskesmas,” terangnya.
Guna kepentingan penyelidikan, Polres Sumedang pun telah menurunkan tim Inafis Satreskrim untuk mengambil sampel makanan sebagai bukti untuk pemeriksaan laboratorium.
“Sampel makanan sudah diambil dan akan dicek lab untuk mengetahui penyebab keracunan,” tambah Kompol Aan.
Kapolsek Cimanggung memastikan, keracunan ini bukan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena pesantren tidak menerima makanan dari program itu.
“Makanan yang disantap santri berasal dari Katering yang berlokasi di Cikancung, Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Dikatakan Kompol Aan, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas terdekat terus memantau kondisi santri yang terkena keracunan. “Jika gejala memburuk, para santri yang dirawat di aula pesantren akan segera dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya.***
