SUMEDANG, W+62.COM– Pada keseruan reuni alumni Persib Bandung di kediaman H. Umuh Muchtar di Ciluluk Desa Margajaya Kecamatan Tanjungsari Sumedang, terungkap sejumlah perjuangan Bos Persib itu dalam mendirikan PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) pada tahun 2009.
Sejumlah alumni Persib Bandung seperti; Ajat Sudrajat, Jajang Nurjaman, Adeng Hudaya, Sobur, Ade Mulyono, Sidik Jafar, Dede Rosadi, Asep Somantri hingga generasi Yudi Guntara, Cecep Supriatna, Atep, Suwita Fata, Cucu Hidayat, Yaris Riyadi dan lainnya berkumpul sejak pagi Minggu (12/10/2025).
Begitu pula alumni era perserikatan tahun 1960-an, Emen Suwarman (Guru Emen) yang dikenal sebagai “Macan Asia” serta pelatih yang membawa Persib juara tahun 1995, Indra Tohir turut menghangatkan suasana reuni.
Di sela-sela Fun Fishing Persib Legend, Ajat Sudrajat mengungkapkan jika sosok H. Umuh Muchtar bukan hanya sekadar Bobotoh Sejati, namun lebih pada penolong klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
“Dulu saja, semasa Kompetensi Perserikatan sekira tahun 1980-an, H.Umuh sudah loyal dan royal buat para pemain Persib. Kami sering mendapatkan ‘uang cendol’ setiap kali bermain,” ujar Ajat saat diwawancarai Yana Viking di kolam pancing.
Bukan hanya itu saja, sambung Ajat, H.Umuh merupakan orang yang paling berjasa saat Persib menjadi klub profesional yang mengharuskan mengelola keuangan secara mandiri, tanpa bantuan APBD.
“Tak heran lagi jika pada saat ini, H.Umuh yang juga Komisaris PT.PBB paling depan dalam menjadikan Persib sebagai klub yang profesional. Bukan hanya pada klub, tapi kepada seluruh pemain dan punggawa Persib lainnya,” katanya.

Tidak Degradasi Ke Liga 3
Seusai acara mancing, para alumni Persib Bandung kembali ke rumah H.Umuh Muchtar yang berjarak sekitar 200 meter untuk makan siang dan mengikuti talk show yang dipandu oleh Yana Viking.
Dalam talk show itu, H.Umuh menuturkan perjalanan dan perjuangan dirinya dengan Persib Bandung dari era perserikatan hingga era liga dimana setiap klub tak bisa menerima bantuan dari APBD.
“Jadi kalau mengingat masa itu bisa dibayangkan, dalam waktu empat hari harus mengumpulkan persyaratan dan sejumlah uang untuk memastikan Persib bisa ikut dalam Liga, kalau tidak akan didegradasi ke Liga 3,” kata H.Umuh.
Sementara tidak ada tokoh masyarakat yang mau memperjuangkan untuk mempertahankan Persib saat itu. “Ya, saya waktu itu berinisiatif mencari pinjaman dana untuk persyaratan itu, salah satunya dengan menyimpan sertifikat rumah dan tanah,” ungkapnya.
Meskipun begitu, sambung Bos Persib, Alhamdulillah ada teman yang menolong disaat kritis untuk syarat di liga utama. “Kalau saja tidak terpenuhi persyaratan saat itu, kita tidak tahu apakah Persib bisa juara atau tidak saat ini,” ucapnya.
Oleh karena itu, Komisaris PT. PBB itu meminta kepada beberapa pihak yang tak tahu apapun tentang manajemen dan perjuangan Persib, jangan sekali-kali nyinyir.
“Selama saya ada rezeki dan sehat, saya akan selalu terdepan untuk mendukung Persib Bandung,” ungkapnya.

Tak Bisa Lepas
Sementara itu, alumni Persib Bandung yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Persib, Jajang Nurjaman mengakui jasa dan peran H.Umuh untuk Persib Bandung.
“Bintang Empat yang tersemat saat ini, itu tidak lepas dari peran besar H.Umuh Muchtar. Jadi sejak posisi beliau Bobotoh, lalu menjadi Komisaris dan Manajer Persib selalu membersamai klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat,”katanya.
Jajang mengungkapkan, dirinya meniti karir pertama kali sebagai Pelatih sepakbola profesional di Persib tahun 2012, yang ditawari langsung oleh H.Umuh, dan berbuah juara tahun 2014.
“Sejak saat itu, saya menjadi pelatih profesional di berbagai klub besar di Indonesia. Dan saat ini kembali ke Persib menjadi Direktur Teknik,” ujarnya.
Dikatakan Janur sapaan akrabnya, khusus bagi dirinya, sosok H.Umuh tak bisa dipisahkan dari kemajuan karir seorang Janur dan Persib Bandung.
“Sulit menemukan sosok seperti beliau yang sangat peduli dengan Persib dan Bobotoh-nya. Semoga beliau senantiasa diberikan kelapangan rezeki dan sehat selalu,” pungkasnya.***













