Berita Terkini
Tak Berkategori  

Inovasi MIRASSA (Mikanyaah Rakyat Rancakalong Sangkan Sehat Salawasna) Melalui Sekrining Roadshow Cek Kesehatan Gratis

Kepala Puskesmas Rancakalong, Yayat Nurhidayat saat menuturkan inovasi bidang kesehatan di Kecamatan Rancakalong Sumedang yakni inovasi MIRASSA

SUMEDANG, W+62.COM– Puskesmas Rancakalong Kabupaten Sumedang, luncurkan inovasi MIRASSA (Mikanyaah Rakyat Rancakalong Sangkan Sehat Salawasna) dalam pelayanan kesehatan untuk masyarakat untuk mendeteksi dini penyakit menular dan tidak menular, serta Cek Kesehatan Gratis (Kesga) secara “jemput bola” ke seluruh wilayah Puskesmas Rancakalong.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Rancakalong, Yayat Nurhidayat saat dihubungi di tempat kerjanya pada Senin (29/9/2025).

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dikatakan Kapus Rancakalong itu, inovasi itu untuk meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mencegah dan mengatasi masalah kesehatan melalui pemberdayaan kesehatan, peningkatan akses pelayanan kesehatan, terintegrasi dan kolaborasi lintas program serta lintas sektor.

“Hal ini diharapkan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh, baik dari segi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif,” ungkapnya.

Yayat menilai, inovasi ini sebagai bagian dari hasil evaluasi yang dilakukan selama ini. Permasalahan di Indonesia yang menghadapi beban tinggi akibat kasus penyakit tidak menular, 73% penyebab semua kematian di Indonesia disebabkan oleh masalah Penyakit Tidak Menular (PTM).

“Program cek kesehatan gratis (CKG) Tren menunjukkan, kasus PTM meningkat tinggi pada usia muda. Ironisnya, 80% faktor risiko PTM berasal dari faktor gaya hidup yang sebenarnya dapat dicegah,” ujarnya.

Baca Juga  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

Ia menilai, permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan adalah keterbatasan akses, kurangnya informasi, biaya perawatan dan stigma sosial.

Arsip, Warga Rancakalong yang sedang memeriksa kondisi kesehatannya di Puskesmas Rancakalong Sumedang pada Senin (8/9/2025)

Keunggulan dan Pembaharuan Inovasi

Dituturkan Kapus Rancakalong, pendekatan holistik dan terintegrasi yaitu mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat, harus terintegrasi dengan program dan sektor terkait.

“Aksesibilitas tinggi program inovasi ini menjangkau daerah-daerah terpencil dan masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan,” katanya.

Disamping itu, sambung Yayat, pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, harus melibatkan kegiatan LKD dan unit dinas instansi serta pengembangan sistem informasi kesehatan berbasis digital untuk pengumpulan, pengolahan, dan pelaporan data .

“Pendekatan Berbasis komunitas mengintegrasikan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama. Format roadshow interaktif mengadakan acara kesehatan yang dinamis dan interaktif, tidak hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga kegiatan edukasi dan konsultasi langsung,” tuturnya.

Adapun, manfaat memberikan akses mudah kepada masyarakat, tambah Yayat, untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya. Kemudian, memfasilitasi deteksi dini penyakit, baik yang menular maupun tidak menular, sehingga dapat mempercepat penanganan dan pengobatan yang diperlukan.

Baca Juga  Ini Hasil Perolehan Suara Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Sumedang

“Disamping itu, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, pencegahan penyakit, dan cara menjaga kesehatan yang baik. Lalu,

mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam merawat kesehatan mereka, serta mengurangi stigma yang terkait dengan masalah kesehatan tertentu,” jelasnya.

Kolaborasi Multi-Pihak 

Kapus Rancakalong itu menyebutkan, dari program inovasi ini, bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat, terkait biaya kesehatan. Sehingga mereka dapat mengalokasikan sumber daya untuk kebutuhan lain.

“Penguatan sistem kesehatan lokal yakni; mengumpulkan data kesehatan yang berguna untuk perencanaan dan pengembangan program kesehatan yang lebih efektif di masa mendatang. Sedangkan format roadshow interaktif,

mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program kesehatan, menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap kesehatan komunitas,”ungkapnya.

Ia berharap, kolaborasi multi-pihak dengan membangun sinergi antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat secara umum.

“Dari hasil inovasi ini, penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan deteksi dini penyakit, penurunan angka kesakitan, meningkatnya angka IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) serta peningkatan angka kunjungan KK rawan dan peningkatan angka pelayanan Cek Kesehatan Gratis (Kesga),”katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima