SUMEDANG, W +62.COM– Kemeriahan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, harus dinodai dengan insiden pembacokan terhadap dua orang rombongan arak-arakan Desa Pasirnanjung pada Minggu (17/8/2025).
Peristiwa itu dibenarkan oleh Kapolsek Cimanggung, Kompol Karyaman, saat dikonfirmasi pada Selasa (19/8/2025) Kapolsek Cimanggung mengatakan peristiwa dugaan penganiayaan dan pembacokan terjadi pada saat arak-arakan berlangsung.
“Aksi pembacokan itu terjadi di kawasan RW 11, Dusun Pangkalan, tepat di depan kompleks perumahan,” ungkapnya.
Dikatakan Kapolsek Cimanggung, saat ini laporan dugaan penganiayaan dan pembacokan yang mengakibatkan dua orang terluka di bagian kepala sedang ditangani oleh pihak Kepolisian.
Kompol Karyaman menjelaskan, berdasarkan laporan kejadian, pertama kali peristiwa itu terjadi pada saat rombongan dari masing-masing RW di Desa Pasirnanjung menuju titik kumpul. Saat itu secara tiba-tiba pria berinisial AB (35) menyerang peserta arak-arakan.
“Dua orang mengalami luka bacok di bagian kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Laporan resmi dari pihak korban baru kami terima hari ini dan kasusnya langsung kami tindak lanjuti,” ujar Kompol Karyaman.
Pelaku Bukan Warga Setempat
Kedua korban bernama Syarif (23) dan Rohdi (23), keduanya sempat mendapat perawatan di klinik setempat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, Kabupaten Bandung.
“Adapun berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku bukanlah warga asli Pasirnanjung, melainkan tinggal di Perumahan Puteraco yang masih berada di desa itu,” ujar Kompol Karyaman.
Disebutkan Kapolsek Cimanggung, dugaan sementara adalah Penganiayaan, adapun pemicunya masih dalam penyelidikan pihak kami, perkara tersebut kita sudah menerima laporan dan sedang dalam proses penyelidikan Polsek Cimanggung.
Sementara itu, seorang saksi mata dalam peristiwa itu, Jana (45) mengaku melihat langsung kejadian pembacokan tersebut.
Jana yang saat itu bertugas mendorong roda amplifier melihat seseorang dengan membawa senjata tajam berupa golok berlari ke arah rombongan.
“Pelaku tiba-tiba mengayunkan senjata tajam ke arah mereka. Setelah itu dia terpeleset dan jatuh ke selokan,” katanya.
Ditambahkan Jana, kedua korban terlihat terluka parah di bagian kepala dan langsung dibawa ke RSUD Cicalengka.***
