SUMEDANG, W +62.com– Pelantikan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII Tahun 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Senin, (28/7/2025).
Pelantikan itu secara resmi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Muhammad Tito Karnavian, mewakili Presiden RI.
Dalam amanat Presiden yang dibacakan Mendagri, para pamong praja muda diminta menjadi agen perubahan dalam birokrasi serta menjaga integritas dan loyalitas sebagai abdi negara yang siap mengabdi di seluruh penjuru Indonesia.
“Beliau titip pesan agar para lulusan IPDN menjadi ASN yang profesional, berdedikasi, dan berintegritas tinggi. Karena di tangan kalianlah masa depan pemerintahan yang bersih dan efektif akan ditentukan,”katanya.
Pada pelantikan Praja ini, turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Arya Bima Sugiarto, Sekjen Kemendagri Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta para gubernur dan wakil gubernur dari berbagai provinsi. Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, Dandim 0610 Sumedang serta Kapolres Sumedang.

Sebanyak 1.110 Pamong Praja Muda resmi dilantik dalam upacara itu, terdiri dari 715 putra dan 395 putri. Prosesi pelantikan berjalan dengan susunan acara yang terstruktur, dilanjutkan dengan penyematan tanda pangkat dan pembacaan ikrar oleh perwakilan lulusan terbaik.
Presiden Prabowo Mendadak Batal Hadir
Sementara itu, acara pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang digelar di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, sedianya akan dilakukan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Namun secara mendadak batal, sebab ada agenda kenegaraan yang bersifat penting dan mendesak, yakni menyambut Perdana Menteri Malaysia, Datuk Anwar Ibrahim, yang akan tiba di Jakarta pada sore hari untuk membahas situasi krisis antara Thailand dan Kamboja.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir mewakili Presiden dan memimpin langsung prosesi pelantikan. Ia menjelaskan bahwa Prabowo harus segera bertemu dengan PM Malaysia selaku Ketua ASEAN guna membahas respons regional terhadap konflik bersenjata yang meningkat di kawasan.
“Pak Presiden menerima telepon langsung dari Perdana Menteri Malaysia dan diminta untuk segera bertemu di Jakarta. Mereka akan membahas perkembangan situasi genting di kawasan ASEAN,” ujar Tito di hadapan ribuan praja dan orang tua yang hadir.
Di tengah prosesi pelantikan, Tito menyampaikan permohonan maaf Presiden Prabowo kepada seluruh praja IPDN dan keluarga. Ia menegaskan bahwa Presiden sangat antusias untuk hadir namun harus menempatkan kepentingan negara sebagai prioritas.***













