SUMEDANG, W+62.com – Video mesum yang diduga dibuat di daerah Wado Kabupaten Sumedang, cukup membuat gempar. Sontak membuat viral serta cukup meresahkan masyarakat.
Video yang sempat diunggah oleh akun Facebook NA, mengundang perhatian warganet. Dalam waktu singkat berhasil mendapatkan ratusan like dan tanggapan, serta puluhan kali dibagikan.
Diduga pemilik akun Facebook baru menyadari perbuatannya itu mengundang masalah, kemudian si pemilik akun menghapusnya. Terpantau sejak Senin (12/5/2025) pukul 17.00 WIB sudah hilang.
Tak lama berselang, video serupa muncul kembali di Facebook lewat akun bernama AA (Niaa). Kali ini, video itu telah ditonton lebih dari 37 ribu kali, disukai 253 akun, dikomentari 103 pengguna, dan dibagikan sebanyak 77 kali perhari Rabu, (14/5/2025) siang sekira Jam 13.30 WIB.
Saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Wado, Iptu Dahwan Juyud Jayapraja menegaskan, hasil penelusuran menunjukkan, lokasi dalam video tersebut tidak berada di Dusun Pangantingan, Desa Wado, Kecamatan Wado, seperti yang ditulisvdalam caption video tersebut.
“Setelah diadakan penelusuran, ternyata memang posisi bangunan dengan warung-warung ataupun jalan maupun tembok tidak sesuai dengan yang sudah kami cek. Ternyata unggahan di video itu tidak sesuai,” kata Iptu Dahwan kepada wartawan, Rabu (14/5/2025).
Bukan Berlokasi di Wado
Dijelaskan Kapolsek Wado, ada beberapa perbedaan mencolok yang ditemukan antara kondisi di video dan kenyataan di lapangan.
“Ada yang berbeda. Memang ada kemiripan, cuma di sini ada tanda-tanda tertentu, ada perbedaan tembok dengan warung-warung tersebut,” ujarnya.
Iptu Dahwan menuturkan, dalam video itu terlihat bangunan berada di atas tembok, sedangkan pada kenyataannya bangunan tersebut justru berada di bawah tembok.
“Memang dalam video itu bangunan tampak berada di atas tembok. Tapi yang ini berada di bawah atau masih ada di belakang tembok, ke bawah. Lalu, kayu dalam video itu melintang ke samping, sementara yang ini ke bawah, sebagai penutup warung. Kemudian di lokasi aslinya menggunakan paving block, sedangkan dalam video terlihat rata dan dicor,” jelasnya.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Polisi memastikan lokasi dalam video itu bukan di wilayah Wado. Namun Pihaknya menyoroti keresahan warga setempat akibat informasi yang menyesatkan tersebut.
“Yang membuatnya heran, mengapa dalam caption itu mencantumkan lokasi di Wado?”katanya.
Hal itulah yang akhirnya, membuat warga merasa keberatan dan dibuat gaduh. Pasalnya, tempat tersebut digunakan untuk berjualan, mencari nafkah, dan mereka tidak setuju, serta merasa tercemar oleh postingan tersebut.
Kapolsek Wado mengaku akan terus mengkaji dan mencari tahu perihal video mesum tersebut. Hal itu dilakukan agar keresahan masyarakat Wado, khususnya yang tempatnya digunakan sebagai lahan usaha dapat kembali normal dan tidak ada asumsi buruk pula.***
