SUMEDANG, W+62.com– Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati memimpin langsung apel kesiapsiagaan bencana dalam rangka memperingati hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2025 di Lapangan Bola Padasari, Cimalaka Sumedang pada Sabtu (26/4/2025).
Tema yang diusung tahun yang ini ialah “Siap Untuk Selamat: Bangun Kesiapsiagaan Sejak Dini”, diperingati secara sederhana.
Apel kesiapsiagaan yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Sumedang, dan diikuti oleh unsur Forkopimcam, PMI, UPI Kampus Sumedang, Destana Desa Padasari, Linmas, Karang Taruna, RT/RW Desa Padasari, guru, serta siswa-siswi SD Desa Padasari Kecamatan Cimalaka Sumedang terasa khidmat.
Sekda Tuti Ruswati menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk upaya kolektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, mengingat Kabupaten Sumedang termasuk daerah yang rawan bencana.
“Sumedang adalah wilayah rawan bencana, namun itu bukan alasan untuk pasrah. Kita harus aktif melakukan antisipasi dan mitigasi risiko. Alhamdulillah, hari ini kita menunjukkan kesiapsiagaan bersama,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memasang sistem peringatan dini (rewarning system) di berbagai titik rawan bencana, serta alat deteksi gerakan tanah sebagai upaya pencegahan sejak dini untuk meminimalkan dampak bencana, khususnya korban jiwa.
“Curah hujan tinggi, tanah longsor, hingga gempa bumi menjadi ancaman nyata. Maka dari itu, penting bagi kita semua untuk selalu siaga, terutama saat cuaca ekstrem akibat perubahan iklim yang tidak menentu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sekda Tuti mengajak seluruh masyarakat Sumedang untuk terus berdoa bersama demi keselamatan daerah tercinta serta memberikan apresiasi kepada BPBD Sumedang dibawah kepemimpinan Kepala Pelaksana (Kalak) Atang Sutarno yang dinilai tangguh dan responsif dalam penanggulangan bencana.
“Semoga semangat BPBD menjadi motivasi bersama dan menjadi amal ibadah yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat,” tutupnya.
Apel ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya siaga bencana sejak dini, melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam satu semangat gotong royong demi menciptakan Kabupaten Sumedang yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.***
