Berita Terkini

273 Mahasiswa ISBI Bandung Gelar KKN di Rancakalong, Dorong Pelestarian Seni dan Budaya Tradisional

SUMEDANG, W+62.com– Sebanyak 273 Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang.

Program yang akan berlangsung selama 35 hari, mulai 22 Juli hingga 25 Agustus 2025 ini, dipusatkan di 10 desa se-Kecamatan Rancakalong Sumedang.

Camat Rancakalong, Cecep Supriatna, mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya Kecamatan Rancakalong sebagai lokasi KKN ISBI 2025.

Alhamdulillah, bagi kami Pemerintah Kecamatan Rancakalong, ini merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bahwa Rancakalong, dijadikan fokus kegiatan KKN ISBI. Seperti diketahui ISBI Bandung dikenal fokus pada pelestarian dan pengembangan tradisi seni budaya Dan di Rancakalong pun terdapat banyak potensi seni budaya yang perlu dikembangkan,” ujar Cecep Supriatna pada Senin (27/7/2025).

Camat Rancakalong, Cecep Supriatna

Camat Rancakalong menyebut, penyambutan para peserta KKN ISBI di Kecamatan Rancakalong berlangsung meriah dan dihadiri oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila pada 22 Juli 2025 lalu.

Selama 35 hari, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain; Pertama, Penguatan Event Seni Budaya. Dalam kegiatan ini, mereka merancang dan mengembangkan even budaya bertajuk “Heularan Budaya Sendratari Hanjuang Di Kutamaya” yang diagendakan pada akhir Agustus 2025 di Geo Theater Rancakalong.

“Dalam even ini akan menampilkan sendratari dan tarian tradisional, dan disisipkan pesan-pesan sejarah Kerajaan Sumedang Larang untuk menciptakan hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat,” ungkap Camat Rancakalong.

Yang Kedua, Edukasi Lingkungan dan Sosial. Dimana, Sosialisasi penanganan sampah sesuai arahan Bupati, Wakil Bupati, serta Sekda. Belum lagi tentang Program pengurangan kemiskinan melalui pendampingan dan pelatihan ekonomi kreatif berbasis seni budaya.

Ketiga, Pendataan dan Pengembangan Potensi Lokal; dimana mereka akan mengIdentifikasi potensi seni budaya di tiap Desa. Selain itu, melakukan pemetaan peluang ekonomi melalui produk budaya, dengan harapan tercipta dampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memenuhi tugas akademis, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami berharap potensi seni budaya yang terdata bisa meningkatkan ekonomi lokal,” tambah Camat Cecep.

Sebaran di Seluruh Desa

Para peserta KKN disebar ke 10 desa di Kecamatan Rancakalong. Kehadiran mereka di masing-masing desa diharapkan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta membuka wawasan baru tentang pelestarian budaya.

Selain gelaran akhir program, masyarakat Rancakalong berharap “Heularan Budaya Sendratari Hanjuang Di Kutamaya” menjadi kalender tahunan yang terus berlanjut. Dengan begitu, warisan seni tradisi Kerajaan Sumedang Larang dapat dinikmati generasi mendatang.

Dengan rangkaian kegiatan yang dirancang secara partisipatif, Kecamatan Rancakalong optimis bahwa program KKN ISBI Bandung ini akan memberi dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.***