SUMEDANG, Wplus62.com – Aksi pencurian sepeda motor di Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, berakhir dengan pengungkapan fakta yang mengejutkan. Pelaku curanmor ternyata sempat hampir dibantu oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), sebelum polisi meringkusnya.
Polres Sumedang berhasil menangkap pelaku dalam Operasi Jaran Lodaya 2026. Menariknya, sebelum tertangkap, pelaku sempat berinteraksi dengan KDM saat melintasi jalan dengan sepeda motor berknalpot brong.
Kronologi Penangkapan dan Modus Pelaku
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, menjelaskan bahwa KDM sempat berniat membantu melunasi pajak kendaraan pelaku yang mati. Namun, niat baik tersebut urung terlaksana setelah polisi mengungkap bahwa motor yang digunakan merupakan hasil kejahatan.
“Pelaku ini seorang tersangka pencurian kendaraan di Kecamatan Ganeas. Hampir saja pajaknya dibayar oleh Pak KDM, tetapi ternyata dia seorang residivis,” ujar AKBP Sandityo saat rilis kasus di Mapolres Sumedang, Kamis (4/6/2026).
Polisi akhirnya menangkap pelaku di kediamannya di wilayah Ganeas setelah melakukan penyelidikan intensif.
Nasib Pilu Penjual Bakso
Sebelumnya, pelaku mencuri sepeda motor Honda Supra X tahun 2007 milik Aep Jaenudin (36), seorang penjual bakso keliling asal Cikoneng Kulon. Tak tanggung-tanggung, pelaku membawa kabur motor sekaligus gerobak bakso yang terpasang di kendaraan tersebut.
Aep menuturkan, motornya hilang saat terparkir di garasi rumah pada dini hari. Beruntung, warga yang sedang ronda malam berhasil memergoki pelaku yang terjatuh ke saluran irigasi bersama motor curiannya.
“Alhamdulillah, motor dan gerobak saya kembali. Saya bisa jualan lagi untuk menafkahi keluarga. Terima kasih kepada Polres Sumedang yang telah menangkap pelakunya,” ungkap Aep penuh syukur.
Tindakan Hukum
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku di Mapolres Sumedang. Tersangka akan menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kasus ini mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkirkan kendaraan pribadi. Selain itu, keterlibatan residivis dalam insiden yang melibatkan figur publik ini menarik perhatian besar dari masyarakat luas.***
