SUMEDANG, Wplus62.com – Suasana Kolam Pemancingan Ciluluk, Tanjungsari, mendadak riuh rendah pada Rabu (03/01/2026). Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, memboyong ratusan warga Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, untuk mancing bareng demi mempererat tali silaturahmi.
Bobotoh kini menjuluki sosok manajer karismatik ini sebagai “Aki-Aki Gede Saldo” lantaran kedermawanannya yang seolah tak bertepi. Tanpa ragu, sang Manajer Persib langsung menebar tiga kuintal ikan ke tengah kolam, memicu ratusan warga untuk segera beradu ketangkasan kail mereka. Sontak, warga yang didominasi Bobotoh langsung beradu nasib melempar kail dengan penuh semangat.
Menepati Janji di Tengah Kebersamaan
H. Umuh mengungkapkan bahwa acara ini merupakan wujud pelunasan janji setianya kepada warga. Saat pelantikan RT dan RW beberapa waktu lalu, ia sempat berikrar akan mengajak warga nguseup bareng.
“Alhamdulillah, dinten ieu tiasa laksana. Ini janji saya kepada warga Babakan Sari,” ujar H. Umuh di sela-sela keriuhan acara.
Meski target utamanya adalah warga Babakan Sari, antusiasme warga kelurahan lain di Kecamatan Kiaracondong Bandung pun tak terbendung. “Warga dari kelurahan lain juga banyak yang ikut bergabung. Pokona mah rame pisan!” tambahnya penuh syukur.
Antara “Gede Saldo” dan “Gede Wadul”
Di sela-sela acara, perbincangan hangat mengenai kondisi tim Persib pun tak terhindarkan. Warga berseloroh membandingkan dua sosok penting di Persib saat ini. Jika H. Umuh adalah sang “Aki-Aki Gede Saldo” yang royal, mereka juga menyinggung pelatih Bojan Hodak dengan julukan jenaka “Aki-Aki Gede Wadul“.
Bobotoh menyematkan julukan “Gede Wadul” kepada Bojan Hodak bukan tanpa alasan. Mereka kerap menyaksikan pelatih asal Kroasia itu melancarkan taktik psywar yang jenius sekaligus menggelitik. Bojan sering kali sengaja “merendah untuk meroket” atau melempar pernyataan yang mengecoh konsentrasi lawan sebelum laga dimulai. Alih-alih merasa tersinggung, Bobotoh justru menganggap bualan taktis sang pelatih sebagai bumbu kemenangan yang membawa Persib tetap disegani di puncak klasemen. Namun, di balik julukan lucu itu, warga tetap menaruh harapan besar pada racikan sang pelatih.
Kehadiran Febri Haryadi dan Hiburan Dangdut
Suasana semakin pecah saat bintang Persib, Febri Haryadi, muncul di lokasi. Kehadiran “Bow” menyedot perhatian warga yang ingin berswafoto atau sekadar menyapa pemain sayap andalan Maung Bandung tersebut.
Tak hanya itu, H. Umuh yang didampingi istri tercinta, Hj. Pipin, turut menghidupkan suasana dengan hiburan musik dangdut. Tradisi saweran khas Pak Haji pun tak luput dari momen tersebut, membuat senyum warga makin lebar.
“Yang mancing di sini semuanya Bobotoh. Ini upaya menjaga kebersamaan. Doakan Persib agar bisa hattrick juara!” pungkas H. Umuh.
Melalui kegiatan ini, H. Umuh berharap kekompakan warga Kiaracondong tetap terjaga. Baginya, kebahagiaan warga adalah energi tambahan bagi Persib Bandung untuk terus berprestasi di kancah nasional dan Asia.***
