Berita Terkini

LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten Sampaikan Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Hingga Rp 100 Miliar

oppo_1026

SUMEDANG, W+62.com– Bertempat di Gedung Diklat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Jatinangor Sumedang, berlangsung penandatanganan kontrak hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2025 pada Selasa (10/6/2025).

Dihadiri beberapa wakil dari perguruan tinggi yang ada di wilayah IV Provinsi Jawa Barat, penandatanganan kontrak hibah dan koordinasi teknis awal pelaksanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025.

Menurut Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman mengungkapkan bahwa kegiatan penandatanganan kontrak hibah saat ini diberikan kepada 190 perguruan tinggi dari 415 perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan Banten.

“Adapun yang mengusulkan program ini ada 200 perguruan tinggi, sedangkan yang lolos untuk hibah penelitian ini ada 187 perguruan tinggi dengan jumlah usulan 1535,”katanya.

Dari pengajuan penelitian dan pengabdian masyarakat itu, sambung Lukman, terdiri dari anggaran sebanyak Rp 97, 2 miliar untuk penelitian. Sedangkan untuk pengabdian kepada masyarakat itu sebesar Rp 12,7 miliar.

“Jadi dengan dana tersebut, perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan Banten itu boleh mengadakan penelitian sampai pada tanggal 15 Desember 2025,” ujarnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman

Kepala LLDIKTI wilayah IV Jabar dan Banten itu berharap penelitian yang sudah diberikan anggarannya bisa berdampak bagi masyarakat.

Kongkret Kegiatan Penelitian dan Pengabdian 

Terkait dengan upaya kongkret kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat itu, Dr. Lukman mengungkapkan, hasil-hasil dari penelitian itu harus berdampak kepada masyarakat.

“Saat ini pihak Kementerian sedang menggalakkan “Kampus Berdampak”, jadi hasil penelitian dan pengabdian harus betul-betul dirasakan oleh masyarakat,”ungkap Lukman.

Dikatakan Kepala LLDIKTI wilayah IV Jabar dan Banten, hal yang saat ini dilakukan terkait dengan kegiatan ini ialah bagaimana dengan penelitian dan pengelolaan sampah, sehingga bisa menyelesaikan masalah-masalah lingkungan, termasuk pengelolaan limbah.

“Jadi saat ini juga kita sudah melakukan upaya dengan perguruan tinggi untuk menciptakan lingkungan kampus zero waste. Artinya, kampus harus melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, dan tidak dibuang ke TPS atau TPA,” jelasnya.

Selain itu, tambah Lukman, pihak kampus harus bisa berkolaborasi dengan pihak pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat tentang bagaimana pemilahan dan pemilihan sampah.

“Kemudian juga penggunaan alat sederhana seperti bio komposter, bio digester sehingga sampah-sampahnya terurai untuk organik. Sedangkan untuk anorganik itu bisa diolah menjadi biji-biji plastik,”ucapnya.

Dr. Lukman juga menyebutkan dalam program ini dilakukan secara pentaheliks. Dimana, keterlibatan akademisi dalam hal ini, dosen dan mahasiswa berkolaborasi bersama Pemda dan masyarakat secara luas termasuk pengusaha.

Dalam acara itu, dilakukan pula pemberian penghargaan bagi judul usulan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbaik kepada 15 perguruan tinggi yang berada di LLDIKTI wilayah IV Jabar dan Banten.***