SUMEDANG, Wplus62.com — Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Sumedang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 dengan semangat baru. Acara berlangsung meriah di GOR Tadjimalela, Sumedang, Kamis (4/6/2026).
Mengusung tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun”, momentum ini menjadi ajang bagi para pendidik untuk memperkuat komitmen dalam mencetak generasi emas Indonesia.
Fondasi Utama Pendidikan
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Sumedang, Dian Nurmayanti, menegaskan bahwa usia 76 tahun merupakan bukti dedikasi panjang organisasi dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD). Baginya, pendidikan TK bukan sekadar fase awal, melainkan penentu keberhasilan pendidikan sepanjang hayat.
“Guru taman kanak-kanak memainkan peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan kemampuan dasar anak. Jika fondasi ini kokoh sejak dini, anak-anak akan lebih siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya secara akademik maupun emosional,” ujar Dian saat membacakan sambutan Ketua Umum PP IGTKI-PGRI.
Dian menambahkan, kesejahteraan guru adalah harga mati. Menurutnya, guru yang sejahtera akan bekerja lebih fokus, kreatif, dan optimal dalam mendidik generasi penerus bangsa. Sejalan dengan itu, IGTKI-PGRI berkomitmen terus mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas layanan pendidikan di seluruh Sumedang.
Deretan Prestasi Gemilang
Di tahun 2025, IGTKI-PGRI Sumedang mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan. Organisasi ini sukses meraih Juara II Tingkat Provinsi Jawa Barat dalam lomba membatik dan menyabet penghargaan Best Practice Gempita Jawa Barat.
Tidak hanya itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) pendidik di Sumedang juga makin diakui. Beberapa kepala sekolah berhasil meraih predikat PNS Inspiratif dan GTK Inovatif. Bahkan, dua guru asal Sumedang sukses menjadi Master Trainer dalam program kerja sama pendidikan dengan Singapura.
“Prestasi ini membuktikan kerja keras seluruh guru TK di Sumedang. Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan yang terus menyokong kesejahteraan serta sarana prasarana sekolah,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu perlindungan anak, IGTKI-PGRI bersama Bunda PAUD juga telah menerbitkan buku edukasi bertajuk “Jaga dan Sayangi Diri”. Buku ini merupakan langkah preventif dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak. Rencananya, buku kedua berjudul “Diriku Berharga” akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
Pentingnya Karakter sejak Dini
Senada dengan hal tersebut, Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumedang, Dr. Dian Sukmara, menekankan bahwa mendidik anak adalah amanah besar.
“HUT IGTKI bukan sekadar seremonial. Ini adalah momen refleksi untuk menjaga titipan Allah SWT melalui pendidikan yang penuh kasih sayang,” kata Dian Sukmara.
Ia menekankan bahwa pembangunan SDM di Sumedang wajib berlandaskan tiga pilar utama: agama, budaya, dan pendidikan karakter. Baginya, pendidikan tidak boleh berhenti pada kemampuan calistung (baca, tulis, hitung), tetapi harus mampu membangun karakter bangsa yang kuat sejak dini.
Peringatan HUT ke-76 IGTKI-PGRI ini ditutup dengan semangat kebersamaan. Seluruh peserta berkomitmen untuk terus menjaga fitrah anak dan menanamkan nilai-nilai kebaikan demi mewujudkan generasi Indonesia yang unggul dan berkarakter.***
