Berita Terkini

Cipta Kondisi Lapas Kelas IIB Sumedang Jelang Nataru, Petugas Gabungan Lakukan Razia

Kalapas Kelas IIB Sumedang, Agung Hascahyo memimpin Razia oleh Petugas Gabungan dari TNI, Polri dan BNNK Sumedang serta Petugas Lapas, untuk cipta kondisi perayaan Natal dan Tahun Baru pada Selasa (23/12/2025)

SUMEDANG, W+62.COM– Razia yang dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, BNNK Sumedang dan Petugas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIB Sumedang pada Selasa malam (23/12/2025).

Razia itu dilakukan dalam rangka pengamanan dan penertiban menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Lapas kelas IIB Sumedang.

Dalam razia itu, setiap blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), petugas melakukan penggeledahan kepada semua warga binaan satu persatu. Lalu, mereka dikumpulkan di lapangan dan selanjutnya dilakukan tes urine oleh petugas BNNK Sumedang.

Dari hasil penggeledahan itu, petugas menemukan sejumlah barang terlarang yang seharusnya tidak berada di dalam kamar narapidana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pengamanan dan cipta kondisi di dalam lapas menjelang momen akhir tahun.

Seluruh warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIB Sumedang digeledah oleh Petugas Gabungan pada Selasa malam (23/12/2025)

Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang, Agung Hascahyo, yang memimpin langsung razia itu menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar apel siaga, melainkan langkah konkret untuk memastikan situasi lapas tetap aman dan kondusif.

“Kita menggeledah kamar hunian yang ada di Lapas Sumedang, dibantu oleh TNI dan Polri serta dari BNNK Kabupaten Sumedang,” ujar Agung.

Sejumlah Barang Terlarang Diamankan

Kita lihat sendiri pelaksanaan penggeledahannya, sambung Agung, yang berhasil kita bisa amankan bisa lihat sendiri, ada beberapa barang.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian, di antaranya; sendok, korek api, benda tajam, hingga telepon seluler,” ungkapnya.

Temuan telepon seluler menjadi perhatian khusus pihak lapas, tambah Kepala Lapas, karena diduga kuat melibatkan praktik penyelundupan.

“Tetapi kami minta tolong HP ini tidak jatuh dari langit, tidak jatuh dari langit dan tidak akan jalan sendiri. Pasti ada penyelundup, kita belum tahu nanti akan kita periksa yang mempunyai HP ini untuk diproses selanjutnya akan kita BAP selanjutnya,” imbuhnya.

Selain razia kamar, petugas juga melakukan tes urine terhadap warga binaan dengan melibatkan BNNK Sumedang. Hasil pemeriksaan itu menunjukkan seluruhnya dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.

“Kami juga menggandeng BNNK, ada 10 yang kita test urine dan hasilnya semua negatif,” sambung Agung.

Hak Beribadah

Namun demikian dengan adanya temuan barang terlarang tersebut, Agung meminta seluruh petugas lapas untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan guna mencegah terulangnya penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam Lapas.

“Jelas kami akan meningkatkan pengamanan. Semua barang kita sita dulu dan nantinya akan kita musnahkan,” tegasnya.

Agung memastikan, hak beribadah warga binaan tetap diperhatikan. Ia menyebutkan, di Lapas Sumedang saat ini terdapat satu warga binaan beragama Nasrani yang akan difasilitasi untuk merayakan Natal.

“Walaupun ada satu yang beragama Nasrani, warga binaan yang beragama Nasrani yang ada di Lapas Sumedang, kita menghargai itu. Walaupun satu orang, tetap akan kita fasilitasi untuk perayaan Natalnya,” tandasnya***

Exit mobile version