Berita Terkini

Bupati Sumedang Buka Peski Masjid Agung: Fokus Bentuk Karakter Berakhlak Karimah

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat membuka Pesantren Kilat (Peski) Ramadan 2026 di Mesjid Agung Sumedang pada Senin (2/3/2026)
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat membuka Pesantren Kilat (Peski) Ramadan 2026 di Mesjid Agung Sumedang pada Senin (2/3/2026)

SUMEDANG, Wplus62.com – Masjid Agung Sumedang kembali berdenyut dengan semangat religi. Sebanyak 1.657 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA resmi mengikuti kegiatan Pesantren Kilat (Peski) Ramadhan 1447 H.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, membuka langsung agenda tahunan yang berlangsung di Mesjid Agung Sumedang pada Senin, (2/3/ 2026)

Antusiasme Tinggi Peserta

Panitia mencatat lonjakan partisipasi yang luar biasa tahun ini. Dari total ribuan peserta, komposisi santri kilat tersebut terdiri dari:

  • 502 Pelajar SD
  • 349 Pelajar SMP
  • 806 Pelajar SMA/Sederajat

Ketua Panitia Peski Masjid Agung Sumedang, Sobihin, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim solid untuk mengawal kegiatan selama satu pekan ke depan (2–8 Maret 2026).

“Kami menerjunkan 79 pembimbing dan 23 panitia pelaksana untuk memastikan seluruh materi tersampaikan dengan baik. Target kami jelas: membentuk generasi yang cerdas intelektual sekaligus kuat secara spiritual dan berakhlakul karimah,” ujar Sobihin.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat membuka Peski Ramadan di Masjid Agung Sumedang pada Senin (2/3/2026)

Bukan Sekadar Formalitas

Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir mengapresiasi kerja keras DKM Masjid Agung. Ia menekankan bahwa Pesantren Kilat merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Sumedang.

“Pesantren kilat ini bukan sekadar rutinitas atau formalitas tahunan. Ini adalah bekal berharga untuk mengarungi kehidupan dunia dan akhirat,” tegas Bupati Dony di hadapan ribuan peserta.

Ia juga mengajak para siswa memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk mempertebal iman dan memperbaiki diri.

Program Menarik: Dari Ibadah hingga Aksi Ekologi

Tak hanya fokus pada kajian kitab dan ceramah, Peski tahun ini menyajikan program yang variatif dan relevan dengan isu lingkungan. Selama sepekan, para peserta akan menjalani rangkaian kegiatan:

  1. Penguatan Spiritual: Shalat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, muhasabah, dan ceramah umum.
  2. Aksi Ekologi: Gerakan kebersihan masjid, kampanye hemat energi, hingga aksi penanaman pohon.

Langkah ini diambil agar para pelajar tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam di sekitarnya.***

Exit mobile version