Berita Terkini

Detik-detik Menegangkan: Ketua DPRD Sumedang Terjatuh dan Terinjak Kuda saat Kirab Mahkota Binokasih

Tangkapan layar detik-detik Ketua DPRD Sumedang, Sidik Jafar menaiki kuda dan terjatuh jelang Kirab Mahkota Binokasih
Tangkapan layar detik-detik Ketua DPRD Sumedang, Sidik Jafar menaiki kuda dan terjatuh jelang Kirab Mahkota Binokasih

SUMEDANG, Wplus62.com – Kemeriahan Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Kabupaten Sumedang mendadak berubah menjadi suasana mencekam pada Sabtu (2/5/2026) malam. Ketua DPRD Sumedang, Sidik Jafar, mengalami insiden serius setelah terjatuh dan terinjak kuda di tengah prosesi adat yang sakral tersebut.

Peristiwa ini terjadi tepat saat rombongan hendak berarak dari Keraton Sumedang Larang menuju Pusat Pemerintahan Sumedang. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan ribuan warga memang memadati sepanjang jalan, namun kecelakaan tetap menghantam prosesi yang baru saja dimulai tersebut.

Kronologi Kejadian: Kuda Kehilangan Kendali

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, insiden bermula ketika Sidik Jafar mencoba menaiki kuda tunggangannya. Awalnya, ia sudah berhasil menginjak pijakan pelana dengan mantap. Namun, secara mengejutkan, kuda tersebut bergerak mendadak sebelum ia duduk sempurna di punggung hewan tersebut.

Akibat gerakan spontan itu:

  • Keseimbangan Sidik Jafar goyah seketika.
  • Tubuhnya terlempar dan jatuh ke posisi bawah perut kuda.
  • Dalam hitungan detik, ia sempat terinjak oleh kaki kuda yang sedang gelisah.

Petugas keamanan dan panitia langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Mereka melarikan politisi senior tersebut ke RSUD Umar Wirahadikusumah guna mendapatkan perawatan darurat.

Kondisi Terkini: Hasil Medis dan Luka Memar

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif di rumah sakit, tim medis memberikan kabar melegakan terkait kondisi kesehatan Ketua DPRD tersebut. Walaupun insiden tersebut terlihat sangat fatal dalam video, hasil diagnosis menunjukkan tidak ada cedera organ dalam yang mengkhawatirkan.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil CT Scan dan rontgen, tidak ditemukan masalah kesehatan yang permanen. Namun, terdapat luka memar di kepala bagian belakang dan sisi kiri akibat benturan keras,” ungkap salah satu petugas medis RSUD Umar Wirahadikusumah.

Kirab Budaya Tetap Berjalan

Meskipun insiden jatuhnya pejabat publik mewarnai acara, panitia tetap melanjutkan seluruh rangkaian Kirab Budaya Mahkota Binokasih. Para peserta tetap mengarak Mahkota Binokasih—simbol supremasi dan kebesaran budaya Sunda—sebagai upaya nyata melestarikan sejarah yang menghubungkan Kerajaan Pajajaran dengan Sumedang Larang.

Hingga laporan ini turun, Sidik Jafar masih menjalani observasi medis agar kondisinya benar-benar stabil sebelum pihak rumah sakit memperbolehkannya pulang. Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi panitia kirab untuk memperketat standar keamanan, terutama dalam penggunaan hewan dalam prosesi adat di masa mendatang.***