Berita Terkini

Warga Pamulihan Tolak Rencana Salat Jumat di Masjid Baru, Izin dan Sosialisasi Dipertanyakan

Masjid Yayasan Ulumul Qur'an (UQ) Al-Mustofa 2 yang berlokasi di Dusun Karangsari RT 01/10 Desa/Kecamatan Pamulihan Sumedang
Masjid Yayasan Ulumul Qur'an (UQ) Al-Mustofa 2 yang berlokasi di Dusun Karangsari RT 01/10 Desa/Kecamatan Pamulihan Sumedang

SUMEDANG, Wplus62.com — Proyek pembangunan Masjid Yayasan Ulumul Qur’an (UQ) Al- Mustofa 2 di Dusun Karangsari RT 01 /10 Desa Pamulihan, kini memicu tensi panas di tengah masyarakat. Bukan soal bangunannya, warga mulai menggugat prosedur perizinan dan rencana penggunaan masjid tersebut untuk ibadah salat Jumat.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Polemik ini mencuat setelah warga mencium rencana pengelola yang akan menyelenggarakan salat Jumat secara mandiri. Padahal, lokasi bangunan tersebut berdiri sangat dekat dengan Masjid Jami yang sudah lama melayani warga setempat.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Minim Sosialisasi, Warga Merasa Dilangkahi

Adeng (nama samaran), salah satu warga yang tinggal persis di sekitar lokasi, mengaku tidak pernah menerima informasi resmi terkait proyek tersebut. Ia menyayangkan sikap yayasan maupun pemerintah desa yang terkesan menutup mata terhadap dampak sosial di lingkungan RT 01/10.

“Pihak yayasan atau desa tidak pernah menggelar sosialisasi. Tiba-tiba bangunan berdiri di dekat Masjid Jami yang sudah ada,” cetus Adeng kepada awak media.

Baca Juga  Perkokoh Ideologi, Ster Mabes TNI Gelar Pekan Pancasila 2026 di Sumedang

Kekesalan warga memuncak saat mengetahui masjid tersebut akan segera digunakan untuk salat Jumat. Menurut Adeng, hal ini berpotensi memecah jamaah dan mengganggu harmoni sosial yang sudah terjaga.

“Jangankan bicara perizinan resmi, pemberitahuan lisan saja tidak ada. Kami sudah lapor ke RT sampai Kepala Desa, tapi sampai sekarang hasilnya nihil,” tambahnya dengan nada kecewa.

Soroti Tenaga Kerja Luar Daerah 

Berdasarkan penelusuran di lapangan, Masjid Ulumul Qur’an ini merupakan cabang kedua milik yayasan membangun gedung serupa di Desa Ciptasari. Proyek ini disinyalir memanfaatkan kucuran dana dari pihak luar negeri.

Ironisnya, warga juga menyoroti eksklusivitas pembangunan tersebut. Pengelola terpantau mendatangkan pekerja dari Cianjur dan memasok material dari luar wilayah Desa Pamulihan, sehingga tidak memberikan dampak ekonomi bagi warga lokal.

“Pihak pengelola harus peka terhadap kondisi sosial. Jika memaksakan salat Jumat, itu tidak bijak karena sudah ada dua masjid lain di radius yang sangat dekat,” tegas Adeng.

Baca Juga  Siswi SMK Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Maut di Cimalaka Sumedang

Pihak Yayasan Ulumul Qur’an (UQ) maupun Pemerintah Desa Pamulihan masih bungkam terkait keluhan warga dan status perizinan bangunan tersebut hingga berita ini terbit.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima