Berita Terkini

Jembatan Perintis Garuda: Secercah Harapan Baru bagi Warga Surian dan Buahdua Sumedang

Dandim 0610/ Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto saat mengunjungi proyek Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Wanajaya Surian dengan Desa Karangbungur Buahdua Sumedang pada Kamis (22/1/2026)

SUMEDANG, W+62.COM – Deru aliran Sungai Cikandung di Dusun Pari dan Dusun Bobos menjadi saksi bisu perjuangan warga yang merindukan akses jalan yang layak. Menjawab harapan itu, Dandim 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto, turun langsung ke lapangan untuk memastikan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap II dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berjalan cepat dan tepat sasaran, Kamis (22/01/2026).

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Letkol Kusuma Ardianto menyusuri medan pembangunan di Desa Wanajaya demi memastikan mimpi warga memiliki jembatan penghubung yang kokoh segera menjadi kenyataan.

Menghubungkan Asa yang Terputus

Selama ini, jarak dan akses geografis seringkali menjadi penghalang bagi warga RT 11 Pasirhuni (Desa Karangbungur) dan Dusun Pari (Desa Wanajaya) dalam menjalankan aktivitas harian. Namun, pembangunan jembatan sepanjang 140 meter ini akan segera mengubah segalanya.

“Jembatan ini adalah urat nadi. Kami ingin mobilitas masyarakat lancar, ekonomi tumbuh, dan anak-anak sekolah tidak lagi kesulitan menyeberang,” tegas Dandim di sela-sela peninjauannya.

Hingga hari ketiga, progres pembangunan menunjukkan kecepatan yang luar biasa:

  • Pembersihan area & akses: Tuntas 100%.
  • Koordinasi material: Selesai 100%.
  • Penggalian lubang pondasi: Mencapai 70%.
  • Pemasangan besi pondasi: Sudah menyentuh 30%.

Koperasi Desa: Mandiri di Tanah Sendiri

Tak hanya jembatan, Letkol Kusuma Ardianto juga mengawal langsung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Karangbungur. Di atas lahan seluas 1.000 meter persegi, bangunan ini mulai berdiri tegak dengan progres fisik mencapai 40%.

Pembangunan koperasi ini merupakan langkah nyata pemerintah pusat untuk memutus rantai tengkulak. Tujuannya mulia: agar petani dan warga desa mampu mengelola serta memasarkan hasil bumi mereka secara mandiri.

“Kami ingin warga berdaulat atas hasil buminya sendiri. Koperasi ini akan menjadi wadah perjuangan ekonomi masyarakat desa,” tambah Letkol Kusuma Ardianto dengan penuh keyakinan.

Gotong Royong Tanpa Batas

Pemandangan di lapangan menghangatkan hati. Sekitar 50 orang yang terdiri dari personel TNI, tim Vertical Rescue Indonesia, perangkat desa, hingga warga setempat, bahu-membahu bekerja di bawah terik matahari.

Hadirnya Danramil 1008/Buahdua Kapten Inf Yayat Sudrajat dan para kepala desa di lokasi membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan rakyat di Sumedang terjalin sangat kuat. Bagi warga, kehadiran jembatan dan koperasi ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol hadirnya negara di tengah kesulitan mereka.