SUMEDANG, W+62.COM– Pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Kecamatan Tanjungsari diinisiasi oleh Seksi Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang di Aula Rapat Kantor Kecamatan Tanjungsari pada Selasa (9/12/2025).
Acara yang dibuka secara resmi oleh Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie itu diikuti sejumlah anggota Satlinmas desa se-Kecamatan Tanjungsari dan mengambil tema Sinergitas bersama Polri TNI dan instansi vertikal di wilayah Kecamatan Tanjungsari Sumedang.
Kasi Tantrib (MP) Kecamatan Tanjungsari, Beni Subarkah mengatakan, kegiatan pembinaan Satlinmas merupakan bagian dari menjalin Sinergitas bersama instansi vertikal serta TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Tanjungsari.
“Dalam pembinaan linmas ini, kita lebih menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam menangani dan kesiapsiagaan bencana yang saat ini kerap terjadi akibat hidrometeorologi,”ujarnya.
MP Kecamatan Tanjungsari menyebutkan, pada kegiatan pembinaan ini menghadirkan para Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Narasumber Forkopimcam Tanjungsari dan UPTD Damkar Tanjungsari.
Dibekali Fasilitas Pendukung
Dalam sambutan pembukaan acara, Camat Tanjungsari Agus Beni Triadhie menyampaikan hal krusial terkait keberatan Satlinmas di tengah masyarakat desa.
“Satlinmas merupakan elemen pokok sebagai perlindungan masyarakat di wilayah desa. Namun meskipun demikian keberadaan Linmas ini seringkali dipandang sebelah mata,”ungkap Camat Agus Beni.

Ia berharap para anggota Satlinmas di wilayah Kecamatan Tanjungsari dibekali ilmu dan fasilitas pendukung dalam pelaksanaan tugas perlindungan masyarakat di wilayah kerjanya.
“Ini sangat penting sebagai bagian dari tuntutan untuk memenuhi tupoksi Satlinmas. Mudah-mudahan ada keberpihakan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan fasilitas bagi Linmas di desa,”katanya.
Pada kegiatan Satlinmas se-Kecamatan Tanjungsari itu, empat narasumber dihadirkan dengan materi utama adalah sinergitas Linmas bersama TNI, Polri dan instansi vertikal di Kecamatan Tanjungsari Sumedang.
Mengawali materi pembinaan Satlinmas itu, Danramil Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan menyampaikan pentingnya koordinasi antar instansi khususnya dalam penanganan kebencanaan.
Tetap Jaga Kebersihan
Kapten Agus menyebutkan koordinasi di lapangan saat terjadi bencana baik, longsor, banjir maupun kebakaran terkadang terjadi miskomunikasi. Agar tidak terjadi dikemudian hari, para anggota Satlinmas harus berkoordinasi dengan Kasat Linmas Desa, yakni Kepala Desa.
“Nantinya supaya tidak terjadi miskomunikasi di lapangan, Linmas ini harus menunggu komando dari Kades sebagai Kasat Linmas desa,” katanya.
Menyikapi kebencanaan hidrometeorologi saat ini, Danramil Tanjungsari juga mengingatkan pentingnya menjaga wilayah kebersihan lingkungan dari sampah yang selalu menjadi titik masalah bencana banjir.

“Oleh karena itu, menjaga kebersihan saluran air, gorong-gorong dari sampah plastik yang sulit terurai itu harus rutin dilakukan di lingkungan,”ungkapnya.
Pada materi selanjutnya, Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supiryanto menegaskan koordinasi dan kolaborasi Linmas dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam menjalankan tugas di wilayah.
Kompol Nanang menyebutkan, perlindungan masyarakat itu, tidak hanya dalam kebencanaan saja. Ia berharap Satlinmas di desa harus membangkitkan kembali Siskamling.
“Saat ini Siskamling di setiap desa harus kembali dihidupkan agar bisa melakukan kesiapsiagaan dalam segala hal,”ujarnya.
Hidupkan Kembali Siskamling
Kapolsek berharap anggota Satlinmas menjaga koordinasi yang baik bersama Polri lewat Bhabinkamtibmas dan TNI lewat Babinsa. “Harus nyambung koordinasinya agar bisa menangani setiap permasalahan di wilayah desa masing-masing,” ucapnya.
Sementara itu, Kasubag TU UPTD Damkar Tanjungsari, Asep Saryono yang dihadirkan menjadi narasumber acara pembinaan Linmas, memaparkan tentang penanganan kebakaran.
Dijelaskan Asep Saryono, penyebab kebakaran yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Tanjungsari didominasi adanya arus pendek listrik dan juga tungku yang lupa dimatikan.
“Seperti dibeberapa kasus, kebakaran terjadi akibat dari tungku dan korsleting listrik. Oleh karena itu, harus dijaga perawatan sambungan dan instalasi listriknya, dan juga masyarakat harus diberikan informasi terkait penanganan kebakaran sejak dini,”katanya.
Sebelum menutup kegiatan pembinaan Satlinmas, UPTD Damkar melakukan demonstrasi penanganan darurat dan cara pemadaman api.***

