BANDUNG, W+62.COM– Peristiwa penyerangan Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) oleh polisi yang terjadi pada Senin malam hingga Selasa Dini hari (2/9/2025) sempat menghiasi media sosial dengan narasi, polisi menyerang kampus Unisba di Jalan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, dibantah oleh Polda Jabar dan Rektor Unisba.
Dalam kesempatannya Polda Jabar, melalui Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan memberikan klarifikasi terkait narasi yang mengarah pada upaya provokasi.
Hendra menuturkan, dalam rangka menciptakan pemeliharaan Kamtibmas, pihaknya secara rutin menggelar patroli ke beberapa titik berdasarkan kriteria intelijen, dan laporan masyarakat yang resah di beberapa lokasi khususnya di Kota Bandung.
Patroli ini dilaksanakan secara gabungan dengan TNI berskala besar, dan saat di lokasi, Jalan Tamansari, ditemukan tumpukan batu, kayu, serta bakar-bakaran ban. Ia menyebutkan, sesungguhnya petugas yang melakukan patroli dengan skala besar itu berupaya membubarkan sekelompok anarko di depan Unisba.
“Dan di saat yang sama, adanya sekelompok orang memakai baju hitam yang diduga sebagian besar adalah anarko, mereka itulah awalnya yang menutup jalan, dan membentuk blokade di Tamansari, sambil anarkis, sehingga tim patroli berskala besar gabungan TNI-Polri ini turun,” tuturnya.
Provokasi Anarko
Dikatakan Kabid Humas Polda Jabar, para anarko ini diduga secara khusus merancang skenario provokator di mana mereka memancing petugas dan memaksa mundur ke kampus Unisba dengan harapan petugas menyerang kampus.
“Namun kita tetap tenang dan tidak terpancing dengan skenario mereka dan kita lakukan penyisiran sepanjang jalan,” katanya.
Anarko melakukan provokasi dari dalam kampus Unisba, sambung Kabid Humas, dengan melempar bom molotov ke tim patroli kendaraan roda dua dan empat mobil rantis Brimob, seperti yang terlihat di video kami.
“Lalu, Tim kemudian menembakkan gas air mata di jalan raya yang kemudian tertiup angin ke arah parkiran Unisba. Ternyata ini yang kemudian provokator dari anarko inginkan, dan memang menunggu momen membenturkan antara mahasiswa dengan petugas,” terangnya.
Mereka membuat framing di media sosial, pada akun mereka, petugas masuk kampus dan membawa senjata peluru karet dan menembakkan gas air mata yang semua itu adalah hoaks.
“Pada kenyataannya di lapangan, tidak ada satu petugas pun yang masuk ke kampus dan tidak ada satu pun petugas yang membawa senjata,” ujarnya.
Adapun Hendra menambahkan, jarak petugas sekira 250 meter dari kampus Unisba, dan tembakan tidak ada yang diarahkan ke kampus, semua itu ke jalan raya, di mana sekelompok orang berbaju hitam tadi berkumpul dan menghadang jalan dan melakukan pembakaran.***
