Berita Terkini

Presiden Prabowo Resmikan 26 Proyek Strategis Nasional Di Jatigede Sumedang

Prabowo Subianto: Lima Tahun Kedepan Tak Akan Ada Lagi Daerah Tak Berlistrik

SUMEDANG, W+62.com- Pada kunjungannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan, bangga bisa meresmikan 26 proyek strategis ketenagalistrikan yang ada di 18 Provinsi di area Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang Jawa Barat pada Senin (20/1/2025).

Termasuk proyek strategis ketenagalistrikan di 18 Provinsi secara serentak diresmikan Presiden Prabowo, dan salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede di Kabupaten Sumedang.

“Saya bangga karena dapat menghadiri acara ini (peresmian) di Bendungan Jatigede, Sumedang,” ungkap Prabowo Subianto dihadapan sejumlah awak media usai peresmian.

Presiden Prabowo juga memberikan apresiasinya kepada PT PLN yang telah melaksanakan agenda peresmian proyek kelistrikan secara besar-besaran.

“Tentunya ini hasil karya seluruh bangsa Indonesia. Saya bangga dapat hadir di Jatigede ini untuk meresmikan proyek-proyek besar. Mungkin ini peresmian proyek energi terbesar di dunia,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto didampingi sejumlah Menteri dan Pj Gubernur Jawa Barat, saat mendarat di lokasi peresmian 26 Proyek Strategis Nasional di Bendungan Jatigede Sumedang

Presiden Prabowo menyebut, proyek strategis kelistrikan yang tersebar di 18 provinsi ini, bisa menghasilkan 3,2 Gigawatt energi. Belum lagi ditambah dengan rangkaian 11 proyek lanjutan pembangunan gardu-gardu jaringan.

“Kita akan menuju swasembada energi dan itu, tidak perlu waktu lama,” katanya.

Presiden Prabowo menambahkan, Indonesia akan melakukan transformasi ke arah hilirisasi dan industrialisasi secara besar-besaran bahkan dapat berbicara di tingkat dunia.

Pemerintah memastikan, sambung Presiden, jika akan mendukung penuh pihak PLN untuk membantu daerah-daerah yang belum tersentuh energi listrik.

“Agar ribuan dusun di Indonesia yang belum ada listrik, dapat segera teraliri listrik dalam jangka waktu 5 tahun,” katanya.

Lebih lanjut, Prabowo menyebutkan, berdasarkan laporan dari Menteri Keuangan, diperlukan anggaran senilai Rp48 triliun untuk mencapai target semua daerah teraliri listrik.

“Kalau dibagi 5 berarti Rp9 triliun, rasanya 5 tahun kita bisa selesaikan. Karena saya dapat laporan dari Menteri Keuangan, arahan saya untuk penghematan di segala bidang. Dan Alhamdulillah menghasilkan penghematan yang cukup besar,” pungkasnya.***