SUMEDANG, W+62.COM– Tak salah masyarakat khususnya pecinta olahraga motorcross menilai dan menjuluki M. Athar Al Ghifari (15) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat itu sebagai “Si Bayi Ajaib” atau The Wonder Kid.
Pada gelaran West Java Motocross Grasstrack Championship 2025 Kejurda yang memperebutkan piala Bupati Sumedang, yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat serta Konsorsium Pecinta Automotif.
Pada kejuaraan ini, sedikitnya 9 Kelas diikuti oleh Athar, hampir seluruhnya menjadi yang terdepan dalam Kejurda Motocross Grasstrack Championship IMI Jabar Round ke 2 di Sirkuit Cambora Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari Sumedang.
Kepiawaiannya mengendalikan “Kuda Besi” dihari pertama, Sabtu (25/10/2025) berhasil memikat para penonton di Sumedang dan menjadikannya idola baru di West Java Motocross Grasstrack Championship 2025.
Pada hari kedua Minggu (26/10/2025) penonton penggemar olahraga motorcross yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat khusus datang ingin melihat aksi sang Wonder Kid di Sirkuit Cambora Sumedang.
Aksi atraktif Athar dalam race kelas 125 CC menjadi yang paling menegangkan setelah persaingan dengan Andhika Pratama sempat berjalan seru. Namun kembali Si Bocah Ajaib mampu unggul jelang laps terakhir.
Siap Menuju Level Asia
Usai mengikuti pemberian medali dan wawancara dalam live streaming VMX, W+62.com bertanya kepada Athar perihal track terberat selama mengikuti Kejuaraan Motocross Grasstrack di Indonesia. Athar menjawab Wonosobo menjadi sirkuit yang tersulit selama mengikuti kejuaraan Motocross Grasstrack Championship.
“Untuk di Sirkuit Cambora Tanjungsari Sumedang ini cukup bagus dan tantangan terberatnya untuk jumping yang tinggi,”ungkap Athar.
Secara keseluruhan race, Athar masih bisa melewati tikungan dan jumping track di Sirkuit Cambora Tanjungsari Sumedang, mengalahkan lawan-lawannya yang usia di atasnya.
“Pada kejuaraan ini saya masih berharap menjadi yang terbaik dan akan membuktikan bahwa saya mampu berkiprah di level yang lebih tinggi,”ujarnya.
Athar menyebutkan, untuk mengikuti level yang lebih tinggi itu, tentunya membutuhkan sponsor yang tidak sedikit biayanya, dan berharap pada event ini akan ada sponsorship yang tertarik membawanya ke level Asia.***
