SUMEDANG, W+62.com– Launching Kampung KB di Kecamatan Tanjungsari Sumedang sarat dengan harapan dan gagasan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Kecamatan Tanjungsari diikuti oleh sejumlah pengurus Kampung KB se-Kecamatan Tanjungsari, Camat Tanjungsari, Pimpinan UPTD dan lintas sektoral serta Kepala DPPKBP3A Sumedang, dr. Aceng Solehudin Ahmad pada Kamis (7/8/2025).
Dalam kesempatan itu, dr. Aceng yang didampingi Kepala UPTD Dalduk Tanjungsari, Rini Yulia Nuraini menuturkan, kegiatan Launching Kampung KB ini merupakan pembaharuan dari Kampung KB yang sudah ada sebelumnya. Hal itu terkait adanya kevakuman lebih kurang 10 tahun.
“Ini terkait dengan perubahan KB itu sendiri, pada dasarnya kegiatan Launching ini adalah mengaktifkan kembali kampung KB, yang sekarang mindsetnya Kampung KB kali ini yakni Kampung Berkualitas bukan kontrasepsi sekadar kontrasepsi,” ungkap dr.Aceng.
Ia mengatakan, sebenarnya 10 tahun kebelakang Kampung KB sudah ada namun kurang berjalan mungkin karena pergeseran penomena jika kampung KB ini kearah penambahan jumlah penduduk menghitung kelahiran dan sekarang kampung KB nya lebih kearah keluarga yang berkualitas, unggul, dan hebat.
“Jadi garapan kami di sini, mau mencoba dihidupkan kembali dan Desa Margajaya dijadikan lokus,” kata Aceng.
Dan sekarang juga, sambung dr.Aceng, Bu Rini sebagai kepala UPTD Dalduk Tanjungsari, sedang mengikuti Diklat PKP. “Mudah-mudahan ini menjadi salah satu perubahan yang terbaik dimana nantinya bisa diterapkan di seluruh kecamatan dan jika berhasil kita akan terapkan di seluruh Kabupaten,” jelas Kepala DPPKBP3A Sumedang itu.
Pembaharuan SOP Kampung KB
Ia juga berharap semoga dari Kampung KB ini banyak hadir keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah yang nantinya akan menuju Indonesia Emas pada tahun 2045 yang berkualitas.
dr. Aceng mengungkapkan, alasan mengapa Kampung KB pada masa itu, tidak berjalan dengan. Kampung KB pada masa itu, bagaimana pergerakan yang kurang bergerak.
“Sekarang kami sodorkan kembali Kampung KB dengan 8 fungsi keluarga dan fungsi Kampung KB seperti apa? Makanya mulai hari ini kita gerakan kembali dan menyusun ulang SOP kampung KB. Karena semua pengurus nya sudah ada dan peran kita hanya menggerakkan itu saja, tidak seperti dulu yang hanya mengejar akseptor baik pria maupun wanita,” tandas Kepala DPPKBP3A.
Sementara itu, Kepala UPTD Dalduk, Rini Yulia Nuraini menambahkan, saat ini banyak sekali pengurus yang kurang paham dan mengerti tentang kampung KB, jadi mulai sekarang kita berikan pembinaan bagi para pengurus kampung KB yang baru.
“Sebetulnya kegiatan di masyarakat sebenarnya semuanya sudah ada, hanya cara pengemasan dari Pokjanya saja yang belum paham, bagaimana mengemasnnya. Jadi untuk jangka pendeknya ada dua desa terlebih dahulu karena untuk pekerjaan yang lainya kita berjalan seperti biasa,” ujar Rini.
Dikatakan Rini, ada perbedaa dari Keluarga Berencana menjadi Keluarga Berkualitas. Dan semua sektor harus masuk untuk bekerja sama dan yang belum jalan itu adalah dukungan dari lintas sektor.
Dalam kegiatan Launching Kampung KB di Kecamatan Tanjungsari itu dibagikan pula buku saku kepada para peserta yang hadir.***
