SUMEDANG, W+62 COM– Rapat Kerja (Raker) tingkat Kecamatan yang diikuti oleh Forkopimcam dan seluruh stakeholder membahas berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Tanjungsari di Aula Rapat Kecamatan Tanjungsari pada Rabu (3/9/2025).
Dalam Raker Forkopimcam itu, pembahasan utama yakni terkait dengan dinamika informasi yang terjadi demo mahasiswa yang berakhir ricuh dibeberapa daerah beberapa hari terakhir.
Acara yang diikuti oleh Forkopimcam Tanjungsari (Camat, Kapolsek dan Danramil) para Kepala Desa dan UPTD yang berada di wilayah Kecamatan Tanjungsari itu dipimpin langsung oleh Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie yang membuka dengan kondisi dan situasi terkini Kabupaten Sumedang secara umum.
“Alhamdulillah, situasi dan kondisi Kabupaten Sumedang dan Kecamatan Tanjungsari masih dalam keadaan kondusif,” ungkap Camat Tanjungsari.
Dituturkan Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie, kegiatan Raker Forkopimcam merupakan kegiatan yang membahas berbagai hal termasuk evaluasi terhadap kinerja Pemerintahan di tingkat Kecamatan.
Menyikapi dinamika informasi yang ada saat ini, sambung Camat Tanjungsari, kita tak boleh lengah dengan berbagai macam ancaman yang tidak kita prediksi sebelumnya.
“Isu utama saat ini adalah peristiwa demo mahasiswa dibeberapa daerah yang berakhir ricuh. Dengan akar masalahnya adalah disebabkan adanya ketidakpuasan terhadap penyampaian pendapat dan aspirasi serta upaya provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab,”katanya.
Sebagai Koreksi Total Kinerja
Agus Beni menyebutkan, hal yang menjadi pesan dari Bupati Sumedang yang disampaikan dalam Raker Forkopimcam terkait situasi dan kondisi saat ini salah satunya terkait statement atau komentar yang dapat memantik permasalahan.
“Sebisa mungkin sebagai pejabat publik harus bisa bijak dalam bermedia sosial. Kita bisa menjaga agar tidak ada mis informasi yang menimbulkan salah persepsi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Agus Beni, situasi saat ini seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi kinerja aparatur pemerintahan dari mulai pusat hingga di desa.
“Peristiwa demo yang terjadi saat ini disebabkan karena berbagai faktor yang bersumber dari akumulasi kekecewaan, ketidakpuasan masyarakat dengan kinerja legislatif pusat,” ungkapnya.
Dan tentu saja tidak ada pihak manapun dimenangkan dalam peristiwa demo yang berujung ricuh di beberapa daerah itu.
“Ini adalah koreksi total terhadap kinerja pemerintahan, tidak terkecuali pada kita di Kecamatan Tanjungsari,”ucapnya.
Ancaman dan Antisipasi
Sementara itu, Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supiryanto menanggapi pemaparan Camat dalam Raker Forkopimcam. Ia menuturkan pentingnya mengetahui berbagai ancaman dan kewaspadaan.
Dikatakan Kompol Nanang, ancaman serius ini bisa dikategorikan dengan berbagai macam. Ada yang sifatnya mengancam pribadi, golongan ataupun kelompok lainnya.
“Yang harus kita waspadai adalah reaksi atas ancaman itu. Oleh karena itu, Kepolisian berusaha untuk melakukan upaya preventif dan melakukan pencegahan yang humanis sejak dini,” jelas Kapolsek Tanjungsari.
Adapun perihal penyampaian pendapat dan aspirasi, Kapolsek mengatakan hal itu sudah diatur dalam Undang-undang yang jelas dan prosedur yang jelas pula.
“Kami yakin bahwa pemerintah saat ini tidak antikritik, dan menganggap kritik merupakan bagian dari introspeksi dan koreksi terhadap kinerja menuju hal yang lebih baik,” jelasnya.
Pada Raker Forkopimcam itu, Danramil 1004/ Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan lebih mengarah pada kewaspadaan terhadap bencana dan juga ketahanan pangan.
Kapten Agus menuturkan, pentingnya mewaspadai bencana alam, baik itu gempa bumi maupun pergantian musim kemarau ke musim hujan.
“Tak kalah dari ancaman demo yang berakhir ricuh dibeberapa daerah, Sumedang dikatakan kondusif. Namun yang harus kita pikirkan kedepannya yakni ancaman perubahan iklim dan bencana,” katanya.
Mewaspadai Bencana Alam dan Perubahan Iklim
Danramil berpendapat, situasi dan kondisi saat ini tidak lepas dari berkurangnya kepercayaan rakyat terhadap wakilnya di pusat. Sebagai pemicunya yakni postingan oknum wakil rakyat yang disinyalir menyinggung perasaan rakyat yang sedang dalam masa sulit secara ekonomi.
“Akibatnya, hal itu berdampak pada akumulasi ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sementara di daerah masih fokus dengan program membangun daerah untuk lebih maju dengan keterbatasan anggaran,” tuturnya.
Kapten Agus sepakat dengan Camat dan Kapolsek Tanjungsari, hal itu menjadi bagian dari pentingnya introspeksi dan koreksi total terhadap kinerja pemerintah dari mulai tingkat desa hingga pusat.
“Intinya kita harus tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah. Masyarakat di desa untuk tidak terpancing dengan situasi saat ini. Tindakan provokatif dari pihak luar harus bisa dicegah sedini mungkin,” pungkasnya.
Dalam Raker Forkopimcam yang dipimpin Camat Tanjungsari itu, diharapkan menjadi komitmen seluruh aparatur pemerintahan termasuk juga TNI dan Polri untuk sama-sama tetap memperbaiki serta meningkatkan kinerja menuju Sumedang yang lebih maju.***
