Berita Terkini

Bukan Sekadar Trofi, MTQ ke-49 Sumedang Usung Misi Generasi Qurani Peduli Lingkungan

Ketua MTQ ke-49 tingkat Kabupaten Sumedang, Dr. Dian Sukmara saat memberikan sambutan dalam pembukaan di Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Sumedang
Ketua MTQ ke-49 tingkat Kabupaten Sumedang, Dr. Dian Sukmara saat memberikan sambutan dalam pembukaan di Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Sumedang

SUMEDANG, Wplus62.com -– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-49 tingkat Kabupaten Sumedang resmi bergulir di Lapangan Haurngombong pada Selasa (7/7/2026). Namun, perhelatan tahun ini membawa pesan yang jauh lebih mendalam daripada sekadar perebutan piala juara.

Ketua Panitia MTQ ke-49, Dr. Dian Sukmara, menegaskan bahwa esensi utama dari kompetisi ini adalah melahirkan prestasi besar yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya mengukur kesuksesan MTQ dari banyaknya trofi yang peserta bawa pulang.

“Sesungguhnya ada prestasi yang lebih besar daripada sebuah trofi. Yaitu ketika setelah MTQ selesai, semakin banyak rumah yang terdengar lantunan Al-Quran, semakin banyak anak yang mencintai Al-Quran, dan semakin banyak keluarga yang hidup dengan akhlak qurani,” ujar Dr. Dian dalam sambutannya.

Dihadiri Tokoh Penting dan Ulama Kharismatik

Acara pembukaan yang berlangsung megah ini turut dihadiri oleh deretan tokoh penting dan pejabat daerah. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, bersama Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, hadir langsung untuk membuka secara resmi perhelatan religius ini.

Selain pimpinan daerah, tampak hadir pula Tokoh Masyarakat Jawa Barat, H. Umuh Muchtar, serta ulama kharismatik pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya KH. Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi, MA. Kehadiran Ketua LPTQ Jawa Barat, perwakilan Dandim 0610, perwakilan Kejaksaan Negeri Sumedang, Kepala BPN Sumedang, serta para kepala SKPD se-Kabupaten Sumedang semakin menegaskan dukungan penuh lintas sektor terhadap kesuksesan acara ini.

MTQ Peduli Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045

Selaras dengan kondisi faktual saat ini, panitia sengaja mengusung tema “MTQ Peduli Lingkungan Mewujudkan Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045”. Dr. Dian menjelaskan bahwa tema tersebut lahir sebagai respons konkret terhadap berbagai persoalan lingkungan yang sedang melanda, seperti pencemaran sungai, penumpukan sampah, penggundulan pohon, hingga perubahan suhu yang semakin panas.

Oleh karena itu, beliau mengingatkan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan kewajiban setiap orang yang beriman, bukan sekadar tugas pemerintah.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan bisa kita bangun hanya dengan kecerdasan intelektual. Indonesia Emas harus dibangun dengan iman, akhlak, ilmu, dan oleh generasi yang mencintai Al-Quran,” tegasnya.

Integrasi Pelayanan Publik dan Pemberdayaan UMKM

Selanjutnya, perhelatan yang berlangsung selama tiga hari (7–9 Juli 2026) ini menerapkan konsep terpadu. Selain menyelenggarakan musabaqah, panitia juga menghadirkan beragam pelayanan publik gratis untuk masyarakat, mulai dari cek kesehatan, layanan administrasi kependudukan (Adminduk), pembayaran pajak, hingga pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Tidak hanya itu, panitia juga berkolaborasi menyediakan bazar UMKM dan pasar murah di area sekitar panggung utama demi mendongkrak perekonomian lokal.

Di samping itu, Dr. Dian secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang bekerja di balik layar—mulai dari petugas kebersihan, relawan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga para guru dan orang tua yang telah bertahun-tahun membimbing para peserta.

Pembukaan Megah Berbalut Kolosal 300 Siswa Madrasah

Sebagai informasi, ajang MTQ kali ini memperlombakan berbagai cabang seni Al-Quran, termasuk cabang tilawah yang terbagi dalam golongan anak-anak, remaja, dan dewasa, serta cabang hafalan Al-Quran (tahfiz) mulai dari golongan 1 juz hingga 30 juz.

Guna menandai pembukaan acara secara resmi, panitia menyuguhkan penampilan kolosal yang memukau penonton. Pertunjukan ini melibatkan 300 siswa madrasah dari jenjang MI, MTs, hingga MA se-Kecamatan Pamulihan.

Di akhir pidatonya, Dr. Dian membakar semangat para hadirin dengan yel-yel khas, hingga ratusan penonton di Lapangan Haurngombong menyambutnya dengan gemuruh tepuk tangan.”Madrasah: Mulia, Berkah, Istimewa!” pungkasnya.***

Exit mobile version