Berita Terkini

Revolusi Infrastruktur dan Pendidikan: KDM Siapkan Jalan Berbayar hingga Kembalikan Kejayaan Sekolah Unggul di Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi KDM memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna DPRD Jabar pada Senin (11/5/2026)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi KDM memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna DPRD Jabar pada Senin (11/5/2026)

BANDUNG, Wplus62.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), tancap gas merancang masa depan provinsi dengan sederet kebijakan berani. Ia langsung membeberkan rencana besar terkait transformasi pajak kendaraan, pembenahan sekolah unggulan, hingga penataan kawasan wisata terpadu sesaat setelah ia menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

Wacana Jalan Berbayar: Pengganti Pajak Kendaraan yang Lebih Adil?

KDM melemparkan poin paling tajam dengan mewacanakan penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan menggantinya menggunakan sistem jalan berbayar (Electronic Road Pricing) di seluruh jalan provinsi.

KDM menilai sistem ini jauh lebih berkeadilan bagi masyarakat. “Konsepnya sedang kita kaji secara akademis. Daripada mobil dipungut pajak tapi jarang dipakai, lebih adil jika siapa yang menggunakan jalan provinsi, dialah yang membayar,” tegas KDM di hadapan awak media.

Namun, ia memberikan catatan penting bahwa kebijakan ini hanya akan berlaku jika kualitas seluruh jalan provinsi sudah setara dengan standar jalan tol. Selain itu, teknologi ini nantinya mengusung sistem digital sehingga pengendara tidak perlu lagi menghentikan kendaraan hanya untuk menempelkan kartu.

Menghidupkan Kembali Marwah ‘Sekolah Favorit’

Di sektor pendidikan, KDM menyoroti penurunan kualitas sekolah negeri unggulan akibat sistem zonasi yang terlalu dominan. Ia merasa prihatin karena saat ini banyak sekolah negeri favorit kehilangan daya saing dan mulai didominasi oleh sekolah swasta.

Untuk mengatasinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan langkah-langkah strategis:

  • Memperluas Jalur Prestasi: KDM akan memperbesar porsi rekrutmen siswa melalui jalur akademik dan non-akademik (seni dan olahraga) untuk sekolah-sekolah yang dulu menyandang status unggulan.
  • Subsidi Siswa di Sekolah Swasta: Bagi siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang tidak tertampung di sekolah negeri favorit, pemerintah akan menyiapkan subsidi pembiayaan di sekolah swasta.
  • Menjaga Kualitas Akademik: Kebijakan ini bertujuan agar sekolah negeri tetap memiliki kualifikasi tinggi dan mampu bersaing masuk ke perguruan tinggi ternama seperti ITB.

“Jika kita biarkan, dua atau tiga tahun lagi tidak akan ada lagi sekolah negeri yang berkualitas unggul. Kita harus kembalikan prestise itu,” tambahnya.

Cirebon Jadi ‘Malioboro’ Jawa Barat di 2027

Tak hanya infrastruktur jalan dan pendidikan, KDM juga membocorkan rencana pengembangan industri pariwisata pada tahun 2027. Fokus utamanya adalah menyulap kawasan Batik Trusmi dan wilayah Cirebon menjadi kawasan wisata ikonik layaknya Malioboro di Yogyakarta.

Pemerintah Provinsi memimpin langsung penataan ini guna menjamin integrasi sekaligus menggenjot kualitas destinasi wisata, baik di wilayah Kota maupun Kabupaten Cirebon.

Pesan Sportivitas dan Kewaspadaan Kesehatan

Menutup wawancara, KDM memberikan tanggapan santai namun mendalam terkait perselisihan suporter bola (Bobotoh dan Jakmania) di Purwakarta. Ia meminta pihak yang menang tidak jemawa dan yang kalah tidak berkecil hati. “Bertempurlah di lapangan bola, bukan di jalanan,” pesannya.

Terakhir, menanggapi ancaman virus Hanta, KDM menginstruksikan Dinas Kesehatan Jawa Barat untuk bergerak cepat melakukan langkah pencegahan guna melindungi warga.***