BANDUNG, Wplus62.com – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menggelar upacara khidmat untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Utama Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri langsung acara tersebut dan bertindak sebagai inspektur upacara. Selain Gubernur, hadir pula sejumlah pejabat teras di antaranya Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar yang mewakili Kapolda Jabar Komjen Pol. Rudi Setiawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, serta Kajati Jabar Dr. Sutikto.
Puji Reformasi Internal dan Kesabaran Polri
Seusai memimpin upacara, Gubernur Dedi Mulyadi langsung memberikan ucapan selamat hari jadi yang ke-80 kepada korps korps baju cokelat tersebut. Ia mengapresiasi tinggi berbagai capaian positif yang telah ditorehkan oleh institusi Polri, khususnya jajaran Polda Jabar.
Menurut Dedi, Polri merupakan institusi yang paling sering menerima sorotan tajam dan kritik dari masyarakat. Namun demikian, ia memuji ketangguhan Polri yang terus konsisten membenahi diri.
“Polri ini paling sering dikritik karena menjadi tempat warga berkeluh kesah dan layanannya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, dinamikanya tinggi. Saya melihat Polri sangat sabar menghadapi kritik dan terus melakukan reformasi internal,” ujar Dedi kepada awak media.
Berkat kesabaran dan komitmen reformasi tersebut, hasil survei Litbang Kompas kini menunjukkan tingkat kepuasan publik yang relatif tinggi terhadap Polri. Dedi menilai capaian ini sebagai cerminan dari perubahan yang terjadi secara simultan di tubuh kepolisian.
Respons Cepat Polda Jabar Atasi Kriminalitas
Selain memuji reformasi institusi, Dedi Mulyadi juga mensyukuri pola komunikasi yang berjalan sangat efektif di lingkungan Polda Jabar. Ia merasakan langsung bagaimana jajaran kepolisian merespons cepat setiap aduan warga.
Sebagai contoh, Dedi kerap meneruskan keluhan masyarakat mengenai aksi kriminalitas jalanan langsung kepada pimpinan kepolisian.
“Saya ini orang yang selalu merespons kejadian di masyarakat. Ketika ada laporan ibu-ibu menangis karena dipalak, balapan liar, geng motor, hingga tawuran, saya biasanya langsung mengirim pesan WhatsApp ke Pak Kapolda. Hasilnya, polisi bergerak cepat dan langsung menangkap para pelaku,” tambahnya.
Peringatan Tegas: Jangan Terbuai Angka Survei
Walaupun memberikan banyak pujian, Dedi Mulyadi mengingatkan jajaran Polda Jabar agar tidak terlena oleh angka kepuasan publik yang tinggi. Ia menegaskan bahwa rasa puas yang berlebihan justru bisa menghentikan inovasi bahkan memicu kemerosotan performa.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh personel Polri untuk tetap menanamkan mentalitas pembelajar yang selalu merasa kurang demi pelayanan yang lebih baik.
“Jangan berpuas diri dengan hasil survei Litbang Kompas atau capaian saat ini. Anggap saja polisi masih memiliki banyak kekurangan sekarang. Dengan begitu, Polri akan terus meningkatkan kualitas layanannya sampai masyarakat Indonesia benar-benar merasa puas dan aman,” pungkas Dedi. ***
