SUMEDANG, Wplus62.con -– Sebanyak 686 santri TKA-TPA dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) se-Kabupaten Sumedang sukses mengikuti Haflah Musyahadah dan Khotmil Qur’an Angkatan ke-32. Acara yang berlangsung meriah di GOR Tadjimalela pada Selasa (16/6/2026) ini, dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta Wakil Bupati Sumedang.
Selain jajaran kepala daerah, kegiatan ini juga mempertemukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar Kurniawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Sumedang, Ketua BKPRMI Provinsi Jawa Barat, serta ratusan wali santri.
Apresiasi Kelulusan Ujian Munakosah Santri
Prosesi wisuda, penyerahan sertifikat, dan pemberian penghargaan kepada para penghafal Al-Qur’an terbaik mewarnai kekhidmatan acara. Ketua BKPRMI Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan para santri menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran.
“Alhamdulillah, hari ini kita merayakan hasil belajar, proses ujian, sekaligus penghafalan Al-Qur’an di Kabupaten Sumedang. Dari total 2.320 peserta yang mengikuti ujian Munakosah, sebanyak 686 santriwan dan santriwati dari 89 TPA di 22 kecamatan berhasil mengikuti perayaan Haflah Musyahadah hari ini,” ujar Ayi.
Selanjutnya, Ayi menegaskan bahwa momentum ini menjadi pemantik semangat bagi anak-anak untuk memperdalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, BKPRMI terus berkomitmen mencetak generasi Qurani yang siap menyongsong masa depan gemilang.
Bupati Sumedang: Al-Qur’an Harus Jadi Pedoman Hidup
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memuji pencapaian besar para santri. Menurutnya, wisuda angkatan ke-32 ini memegang peranan krusial dalam membangun fondasi karakter generasi muda.
“Hari ini saya menghadiri langsung Haflah Musyahadah ini. Tentu saja, acara ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk terus belajar, memahami isi kandungan Al-Qur’an, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dony.
Lebih lanjut, Dony berharap seluruh anak Muslim di Sumedang konsisten meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an mereka. Sebab, Al-Qur’an harus berfungsi sebagai pedoman hidup yang melahirkan akhlak dan karakter yang kokoh.
Sertifikat Mengaji Jadi Syarat Masuk SMP di Sumedang
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang memandang BKPRMI sebagai mitra strategis yang sangat membantu dalam mendongkrak kemampuan mengaji para siswa. Kepala Dinas Pendidikan Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini berjalan beriringan dengan regulasi daerah yang berlaku.
“Kegiatan ini sangat sejalan dengan Peraturan Bupati. Aturan tersebut mewajibkan siswa SD yang ingin melanjutkan ke jenjang SMP untuk menguasai kemampuan dasar membaca Al-Qur’an,” jelas Eka.
Oleh sebab itu, Eka memastikan bahwa Dinas Pendidikan akan mempererat kerja sama dengan lembaga keagamaan seperti BKPRMI. Bahkan, dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, panitia mewajibkan calon peserta didik baru untuk melampirkan sertifikat atau surat keterangan sedang menempuh pendidikan Diniyah Takmiliyah.
Pada akhirnya, melalui kolaborasi kuat dan pelaksanaan Haflah Musyahadah ini, Kabupaten Sumedang optimis dapat melahirkan generasi emas yang tangguh, cerdas, dan religius.***
