MADINAH, Wplus62.com – Jamaah haji Kloter 29 KJT Jawa Barat mengisi waktu di Tanah Suci dengan mendatangi berbagai situs bernilai sejarah tinggi. Didampingi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Multazam, seluruh jamaah melaksanakan ziarah ke sejumlah lokasi ikonik di Kota Madinah Al-Munawwarah pada Senin (15/6/2026).
Pihak Muasasah memfasilitasi pergerakan jamaah dengan menyediakan armada bus yang memadai. Sejak pukul 06.00 waktu setempat, sebanyak sembilan bus mulai mengangkut rombongan dari Hotel Rua International Madinah menuju destinasi spiritual tersebut.
“Hari ini, 15 Juni 2026, Kloter 29 KJT melaksanakan ziarah di Madinah Al-Munawwarah. Muasasah menyediakan sembilan bus untuk melayani satu kloter penuh. Semua armada bergerak dari Hotel Rua International Madinah,” ungkap Pembimbing KBIHU Multazam Tanjungsari Sumedang, KH Asep Fuad Adnan.
Menyusuri Jejak Sejarah Islam di Kota Nabi
Selama rangkaian ziarah, KH Asep Fu’ad Adnan menjelaskan bahwa jamaah mengunjungi tiga lokasi utama yang sarat makna.
- Perkebunan Kurma Khas Madinah
Sebagai destinasi pertama, jamaah menyambangi kebun kurma yang menjadi ikon pertanian lokal. Di tempat ini, mereka mengenal lebih dekat berbagai varietas kurma populer sekaligus mempelajari budidayanya langsung di Arab Saudi.
- Masjid Quba yang Sarat Pahala
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Masjid Quba. Situs ini memegang peranan krusial dalam lini masa Islam karena menjadi masjid pertama yang Rasulullah SAW bangun setelah peristiwa hijrah. Selain bernilai sejarah, salat di masjid ini juga menjanjikan pahala setara ibadah umrah.
- Jabal Uhud, Saksi Bisu Perjuangan Sahabat
Selesai dari Masjid Quba, jamaah langsung menuju Jabal Uhud. Bukit cadas ini merekam memori pertempuran dahsyat pada tahun ke-3 Hijriah, saat kaum kafir Quraisy mencoba membalas kekalahan mereka dalam Perang Badar.
Memperkuat Iman Melalui Napak Tilas
Melalui kegiatan napak tilas ini, jamaah Kloter 29 KJT tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam. Lebih dari itu, mereka dapat menyaksikan langsung petilasan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menegakkan syiar Islam.
Pada akhirnya, KBIHU Multazam berharap agar seluruh rangkaian ibadah dan ziarah ini mampu mendongkrak keimanan jamaah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperluas wawasan sejarah Islam para tamu Allah sebelum mereka melanjutkan fase ibadah berikutnya.***
