Berita Terkini

Stok Beras Aman! GPM Sumedang Serbu Tanjungsari, Tekan Inflasi Jelang Lebaran

Warga antre Gerakan Pangan Murah di Pendopo Kecamatan Tanjungsari Sumedang pada Rabu (11/3/2026)
Warga antre Gerakan Pangan Murah di Pendopo Kecamatan Tanjungsari Sumedang pada Rabu (11/3/2026)

SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang bergerak cepat mengamankan stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyasar ratusan warga di Pendopo Kecamatan Tanjungsari, Rabu (11/3/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Sejak pagi buta, warga telah mengantre dengan tertib demi mendapatkan Bahan Pokok Penting (Bapokting) dengan harga di bawah pasar, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, hingga telur dan sayuran segar.

Langkah Strategis Memutus Rantai Distribusi

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Dr. Tono Suhartono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Pj Bupati dan Wakil Bupati Sumedang untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Kami memutus rantai distribusi dengan mendatangkan pasokan langsung dari produsen atau petani,” ujar Dr. Tono saat meninjau lokasi bersama Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie. “Langkah ini efektif menekan harga, terutama untuk komoditas yang sempat melonjak seperti cabai rawit domba yang kini mulai melandai.”

Dr. Tono menambahkan bahwa pihaknya kini meningkatkan intensitas GPM menjadi 12 kali selama momentum Ramadan dan menjelang Lebaran, dari yang biasanya hanya sekali sebulan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan inflasi di Sumedang tetap terkendali serta mencegah lonjakan harga yang signifikan seperti di daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Dr. Tono Suhartono didampingi Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pendopo Kecamatan

Stok Pangan Melimpah: Warga Jangan Panik!

Isu gagal panen akibat cuaca ekstrem yang membayangi beberapa daerah ternyata tidak menggoyahkan ketahanan pangan di Sumedang. Dr. Tono meyakinkan masyarakat bahwa cadangan pangan pemerintah daerah saat ini mencapai 300 ton.

“Masyarakat jangan takut, stok pangan kita surplus. Kami memiliki cadangan 300 ton yang siap disalurkan, baik untuk bantuan bencana maupun stabilisasi harga di pasar,” tegas Dr. Tono.

Kabid Ketahanan Pangan DPKP Sumedang, Iwan Gustiawan, yang bertindak sebagai pelaksana lapangan, memastikan distribusi bantuan dan penjualan pangan murah ini tepat sasaran. Selain GPM, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan beras secara rutin, terutama bagi wilayah yang terdampak bencana seperti banjir dan angin puting beliung.

Tanjungsari Sebagai “Champion” Cabai

Pemilihan lokasi di Tanjungsari juga bukan tanpa alasan. Wilayah ini, bersama Pamulihan, merupakan sentra produksi cabai terbesar di Sumedang dengan luas areal mencapai 450 hingga 500 hektare. Dengan potensi lokal yang besar, pemerintah optimistis Sumedang mampu menjadi penopang stabilitas pangan nasional, khususnya untuk komoditas hortikultura.

GPM di Tanjungsari ini diharapkan menjadi oase bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan nasional, sekaligus bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melayani kebutuhan dasar warga di masa hari besar keagamaan.***