Berita Terkini
Tak Berkategori  

Dua Destinasi Spiritual Madinah: Jabal Magnet dan Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd

MADINAH, W+62.com- Jabal Magnet atau bukit magnet bernama asli Manthiqa Baidha atau perkampungan putih. Lembah ini juga disebut Lembah Jin.

Keistimewaan Jabal Magnet terletak pada kemampuannya untuk mendorong kendaraan dengan kecepatan 100-120 km per jam ketika persneling dalam posisi netral.

Jabal Magnet berada di bukit tandus, sekitar 30 menit atau 60 kilometer dari pusat Kota Madinah. Perjalanan menuju kawasan Jabal Magnet dipenuhi sejumlah perkebunan kurma dan hamparan bukit bebatuan.

Rombongan jemaah haji asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang tergabung dalam Kloter 17 KJT, kembali melaksanakan rangkaian ziarah spiritual di Kota Madinah.

Rombongan yang terdiri dari kelompok 4, 5, 6, 7, dan 8 ini diberangkatkan menggunakan empat unit bus menuju dua lokasi bersejarah dan penuh makna, yakni Jabal Magnet dan Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd, percetakan mushaf terbesar di dunia.

Tampak Jabal Magnet yang terletak 60 kilometer dari Kota Madinah Arab Saudi

Kegiatan ziarah ini dipimpin langsung oleh Ketua KBIHU Al-Multazam Tanjungsari, KH. Asep Fuad Adnan. Dalam penjelasannya, KH. Asep menuturkan bahwa perjalanan ini bukan sekadar wisata rohani, melainkan sarana untuk menguatkan keimanan dan memperluas wawasan spiritual para jemaah.

“Di Jabal Magnet, kita menyaksikan langsung kebesaran Allah SWT. Bahkan sopir bus kami tadi sempat mengangkat kedua tangan dan kakinya, karena kendaraan terus melaju tanpa diinjak gas atau rem,” ungkap KH. Asep Fuad menggambarkan fenomena alam yang terjadi di lokasi tersebut.

Jabal Magnet sendiri dikenal sebagai salah satu fenomena alam yang menakjubkan. Terletak di luar Kota Madinah, kawasan ini memiliki karakteristik geografis yang menyebabkan kendaraan dapat bergerak sendiri sejauh kurang lebih dua kilometer tanpa tenaga mesin.

Menurutnya, Momen ini kerap meninggalkan kesan mendalam bagi para jemaah yang baru pertama kali mengalaminya.

Rombongan jemaah haji asal Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam Kloter 17 KJT saat mengunjungi Percetakan Al Qur’an Raja Fahd

Percetakan Al-Qur’an

Setelah dari Jabal Magnet, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd atau Majma Malik Fahd Li Thiba’ah Mushaf Syarif, yang tak lain adalah pusat pencetakan mushaf Al-Qur’an terbesar di dunia.

Percetakan terbesar itu didirikan pada tahun 1984 pada masa pemerintahan Raja Fahd.

Di lokasi ini, para jemaah—khususnya laki-laki—diberi kesempatan untuk memasuki area percetakan dan menyaksikan langsung proses produksi serta distribusi mushaf ke berbagai negara di dunia.

Kawasan An-Nakhil, sekitar 11 km dari Masjid Nabawi, Madinah ini, menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan ibadah dan pembinaan spiritual jemaah haji Kloter 17 KJT asal Sumedang, selama berada di Kota Madinah.

Selain memperdalam nilai-nilai keislaman, kegiatan ini juga memberi pengalaman langsung tentang sejarah dan perkembangan dakwah Islam di tanah suci.***