SUMEDANG, W+62.com– Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera Desa/Kecamatan Pamulihan, Sumedang diresmikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada Rabu (30/7/2025).
Dalam kegiatan Grand Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera Pamulihan ini, Bupati Sumedang berharap ada akselerasi hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang terpenuhi.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang, Endang Taufik mendukung upaya dari Pemkab Sumedang dengan langkah yang diambil oleh Bupati Sumedang.
Endang menyinggung, keterlibatan masyarakat khususnya UMKM, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Bumdes dalam Program SPPG ini harus sejalan. Ia menegaskan, perjalanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumedang baru memenuhi 17-20 % dari Jumah siswa-siswi se-kabupaten Sumedang.
“Ada istilah bahas Sunda, Dangdan bari leumpang. Artinya bebenah sambil berjalan. Hal ini terkait beberapa regulasi juga dengan program dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus melakukan penyempurnaan,” ungkap Komisi III DPRD Sumedang usai acara.
Dikatakan Endang, seperti apa yang disampaikan oleh Bupati Sumedang, keterlibatan warga sekitar dan juga lembaga seperti Bumdes dan KDMP harus sejalan.
“Saya yakin mayoritas SPPG yang sudah ada melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga itu untuk menyinergikan dengan program ketahanan pangan juga,” ujarnya.
Masih Prioritaskan Pemberdayaan Warga Sekitar
Sementara itu, Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera, Muhammad Shogir menegaskan dengan adanya SPPG dan Dapur MBG di Desa/Kecamatan Pamulihan Sumedang ini bisa menjadi bagian akselerasi program MBG Nasional seperti yang diharapkan oleh Bupati Sumedang.
Adapun upaya kolaboratif dengan lembaga-lembaga di Desa dan warga sekitar, dalam keberlangsungan program itu akan dimaksimalkan.
“Mungkin tidak hanya keterlibatan warga sekitar Dapur MBG saja yang dilibatkan. Saat ini sudah 56 tercatat menjadi pegawai di SPPG Yayasan Manunggal Jiwa Sejahtera Pamulihan ini,” katanya.
Begitu juga, sambung Ustadz Shogir, untuk lembaga Bumdes dan Koperasi Desa Merah Putih akan bertahap dilibatkan dalam hal penyediaan bahan baku.
“Sementara ini, kami masih konsisten dengan warga Desa Pamulihan yang mayoritas petani jika mampu menjadi supplier bahan baku, dengan harga yang bersaing tentunya,” jelas Shogir.
Ustadz Shogir berharap dengan adanya Dapur MBG di Desa Pamulihan ini menjadi bagian dari berputarnya roda ekonomi masyarakat dan menyerap lebih banyak tenaga kerja warga sekitar juga.
“Saat ini kami masih mengelola untuk 3700 yang tersebar di dua Desa yakni, Desa Pamulihan dan Ciptasari, mungkin kedepannya bisa lebih hingga 4000,” ucapnya.***
