SUMEDANG, W+62.COM– Komitmen Aksi Integrasi Penurunan Stunting Desa Gudang dalam Rembuk Stunting digelar di Aula Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari Sumedang pada Kamis (11/9/2025).
Dalam kegiatan sosialisasi dan diseminasi tersebut, dihadiri oleh Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie yang juga sebagai narasumber bersama UPTD Puskesmas Tanjungsari yang diwakili oleh Seconingsih dan para peserta Rembuk Stunting berasal dari Kader Posyandu, BPD dan juga stakeholder Pemerintah Desa Gudang.
Kepala Desa Gudang, Mohamad Bangkit menyampaikan capaian, hambatan dan harapan yang ingin diraih dalam program nasional penurunan stunting di Desa Gudang.
Ia menegaskan, program zero new stunting harus benar-benar bisa diwujudkan di Desa Gudang. Oleh karena itu, setiap elemen yang terlibat dalam Rembuk Stunting bisa tetap serius melakukan berbagai langkah dan evaluasi penanganan stunting di Desa Gudang.
“Tujuan utamanya itu, bagaimana kita tetap berkomitmen tidak meninggalkan generasi yang lemah. Artinya kita secara bersama harus menjalankan Rembuk Stunting secara sungguh-sungguh,” ungkap Bangkit.
Dalam kegiatan itu, Camat Tanjungsari selain memaparkan sejumlah program stunting, ia juga menegaskan kembali program penanganan dan pengurangan sampah. Begitu pula dengan membangkitkan kembali rasa kepedulian terhadap lingkungan lainnya.
“Rembuk stunting ini sangat diperlukan, dan harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat desa sebagai bagian dari kepedulian terhadap generasi penerus,”katanya.
Jangan Asal-asalan
Agus Beni menyebutkan, dalam rembuk Stunting ini jangan asal-asalan digelar, tapi lebih pada hasil yang hendak dicapai untuk masyarakat secara umum.
“Hasil dari kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk Pemerintah dari tingkat desa hingga nasional. Sehingga bisa dimasukan dalam RKPDes Desa Gudang,” ujarnya.
Disinggung Camat Tanjungsari, ada 26 kasus stunting di Desa Gudang, yang tersebar di 9 posyandu. “Artinya setiap posyandu di Desa Gudang terdapat stunting. Meskipun saat ini tidak ada stunting baru, ini tetap harus dievaluasi dan melakukan konvergensi yang tepat sasaran, hingga kedepannya bisa zero stunting,” tuturnya.
Sebelum mengakhiri pemaparannya, Agus Beni Triadhie mengapresiasi kepada Kader Posyandu di Desa Gudang, karena masih fokus dan berusaha untuk menurunkan kasus stunting baru.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja para kader posyandu ini, meskipun tidak ditunjang dengan honorarium yang cukup, masih peduli untuk tetap berkomitmen menjadikan Desa Gudang Zero Stunting,”pungkasnya.
Pada sesi akhir Rembuk Stunting di Desa Gudang, dilaksanakan diskusi Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) Program Stunting untuk diusulkan masuk dalam RKPDes tahun 2026.***
