SUMEDANG, Wplus62.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang bergerak cepat mengatasi krisis air bersih yang mulai melanda sejumlah wilayah akibat musim kemarau. Kali ini, petugas menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk menyelamatkan 98 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa di Dusun Cikaramas, Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, menegaskan bahwa langkah tanggap darurat ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami menyalurkan 5.000 liter air bersih langsung ke Dusun Cikaramas. Selanjutnya, tim BPBD akan terus memantau situasi di lapangan guna menyalurkan bantuan susulan jika warga masih membutuhkannya,” ujar Bambang di Sumedang, Selasa.
Langkah Antisipasi Kemarau Panjang
Selain menyalurkan bantuan darurat, BPBD Sumedang kini memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait. Langkah sinergis ini bertujuan untuk mengamankan pasokan air bersih bagi warga selama musim kemarau berlangsung.
Di samping itu, Bambang juga mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sumber daya air yang tersisa.
“Kami mengimbau warga agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau ini. Gunakan air hanya untuk kebutuhan utama dan hindari pemborosan agar cadangan air yang ada bisa bertahan lebih lama,” tambahnya.
Deteksi Dini Wilayah Rawan Kekeringan
Sementara itu, BPBD Sumedang juga memperluas area pemantauan ke wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis serupa. Dengan pemetaan ini, petugas dapat bergerak lebih cepat dan tepat sasaran saat melakukan intervensi darurat.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang meminta masyarakat untuk proaktif melaporkan kondisi wilayah mereka. Jika mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, warga dapat segera melapor kepada pemerintah desa atau aparat terkait agar BPBD bisa langsung mendistribusikan bantuan air bersih ke lokasi.***
