SUMEDANG, W+62.com- Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Yudia Ramli menuturkan target dan harapan pencapaian swasembada pangan pada tahun 2025, dan sejumlah rencana yang akan dibangun untuk pencapaian tersebut.
Dikutip W+62.com Jumat (27/12/2024), usai menghadiri Rapat Koordinasi Sinergi Pusat dan Daerah dalam rangka Swasembada Pangan Nasional di Gedung Pakuan, Selasa lalu (24/12/2024).
Yudia mengungkapkan, Rakor tersebut merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam Swasembada Pangan Nasional.
“Jadi tadi disampaikan Pak Menko bagaimana swasembada pangan yang harus dilakukan secara cepat sehingga Tahun 2025 tidak akan lagi mengimpor beras, jagung. Kabupaten/kota di Jawa Barat harus bersiap swasembada pangan,” kata Yudia.
Skenario Akselerasi
Rakor yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin beserta unsur Forkopimda Jawa Barat, dan Bupati/Walikota se-Jawa Barat beserta Kepala OPD terkait.
Dikatakan Yudia, dalam Rakor itu dibahas berbagai permasalahan dan skenario menuju swasembada pangan.
“Pertama terkait irigasi. Pemerintah pusat akan segera memperbaiki seluruh irigasi yang rusak berat maupun ringan yang menghambat panen. Bahkan irigasi akan dipayungi dengan Inpres. Pemerintah pusat akan turun ke daerah agar (masalah irigasi) diselesaikan,” kata Yudia.
Pj Bupati Sumedang itu menyebutkan, dalam Rakor itu dibahas juga terkait dengan tenaga penyuluh pertanian yang masih kurang hampir di semua daerah.
“Kalau misalkan personil penyuluh di satu daerah kurang, maka penggajiannya akan diambil alih oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Yudia mengatakan, dalam menuju swasembada pangan nasional ini, memang dibutuhkan sinergi, gerak bersama, dan pemahaman yang sama.
“Semua kepala daerah diminta untuk bersungguh-sungguh hadir didalam mendukung swasembada pangan ini,” kata Yudia.
Ia menjelaskan, kebutuhan akan perbaikan irigasi dan kekurangan tenaga penyuluh di Kabupaten Sumedang langsung disampaikan dalam Rakor itu.
“Kami sudah mencatat kebutuhan dari irigasi yang diperbaiki. Terkait peyuluh di Kabupaten Sumedang idealnya 1 penyuluh 1 desa. Saat ini kekurangannya sebanyak 105 orang penyuluh dari 277 desa dan kelurahan. Dan itu sudah diusulkan,” jelasnya.
Yudia Ramli menambahkan, dalam Rakor itu juga dibahas terkait masalah pupuk bersubsidi dan distribusinya kepada para petani. Ia berharap rapat tersebut mampu menyamakan persepsi dan langkah bersama seluruh daerah di Jawa Barat.
“Ini mudah-mudahan bisa dipahami bersama dan bersama-sama kepala daerah, termasuk di Sumedang. Kita akan mulai action di bulan Januari,” harapnya.***
