BANDUNG, Wplus62.com — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) resmi menggandeng Pemerintah Kota Bandung untuk meluncurkan program “Perintis Berdaya Connect”. Bertempat di Bandung Creative Center (BCC), Selasa (12/5/2026), inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan skalabilitas ekonomi lokal.
Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kota Bandung memadati lokasi acara. Mereka menyambut antusias program yang menjanjikan transformasi ekosistem usaha dari hulu ke hilir.
Solusi Satu Atap untuk UMKM Naik Kelas
Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Pekerja Migran, Leontinus Alfa Edison, menegaskan bahwa program ini merupakan one-stop solution. Kemenko PM merancang skema yang tidak hanya memperkuat kapasitas SDM, tetapi juga membuka lebar akses modal dan jalur ekspor.
“Kami membantu pelaku UMKM dan koperasi agar lebih berdaya. Kami memfasilitasi capacity building, mempermudah akses bahan baku, hingga menyediakan teknologi produksi,” ujar pria yang akrab disapa Leo tersebut saat berdialog dengan peserta.
Lebih lanjut, Leo menjelaskan bahwa pemerintah turut mengawal aspek legalitas yang selama ini sering menjadi hambatan. Program ini mencakup pengurusan:
- Sertifikasi PIRT dan Halal.
- Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
- Akses pembiayaan dan strategi pemasaran Go Global.
Mengapa Bandung Jadi Pilot Project Utama?
Pemilihan Kota Bandung sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Kemenko PM memandang Kota Kembang sebagai barometer kreativitas nasional.
“Bandung adalah kota dengan kreativitas tanpa batas. Sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Bandung memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi proyek percontohan utama,” tambah Leo.
Senada dengan Leo, Asisten Deputi Pengembangan Usaha Kemenko PM, Yasrif Yaddi, menyatakan bahwa keberhasilan di Bandung akan menjadi cetak biru (blueprint) bagi daerah lain. Namun, ia menekankan bahwa pendekatan pemberdayaan tetap akan menyesuaikan kearifan lokal masing-masing wilayah.
Senjata Pamungkas Pengentasan Kemiskinan
Di balik dorongan ekonomi ini, terdapat misi besar Presiden Prabowo dalam mengikis angka kemiskinan. Yasrif menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM adalah kunci untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“Tujuan besar kami adalah nihil kemiskinan ekstrem. Melalui Perintis Berdaya, kami meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sesuai kultur daerahnya. Jika Bandung unggul di sektor kuliner dan fashion, maka sektor itulah yang kami genjot habis-habisan,” tegas Yasrif.
Optimalisasi Potensi Wisatawan
Menutup penjelasannya, Leo mengingatkan bahwa Bandung memiliki magnet wisata yang luar biasa, terutama pada akhir pekan. Kehadiran wisatawan mancanegara harus menjadi peluang emas bagi produk lokal.
“Potensi turis asing di Bandung sangat besar. Kita tidak perlu memaksa Bandung menjadi seperti Jakarta. Kita cukup mengasah potensi unik yang sudah ada. Jadi, mari kita ‘gas’ semua potensi kreatif yang ada di Bandung!” pungkasnya optimistis.***
