Wplus62.com — Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448 bukan sekadar ajang bagi-bagi hadiah atau seremonial potong tumpeng yang fotonya memenuhi memori ponsel. Bupati Dony Ahmad Munir justru melempar bola panas yang lebih esensial: edukasi sejarah.
Beliau menegaskan bahwa HJS adalah cermin raksasa. Jika kita hanya sibuk berdandan di depan cermin tanpa melihat “noda” masa lalu yang perlu dibersihkan, maka masa depan Sumedang hanya akan menjadi pajangan di etalase visi dan misi semata.
Sejarah Itu Guru, Bukan Mantan yang Harus Dilupakan
Bupati Dony menekankan bahwa masyarakat perlu kembali memeluk sejarah berdirinya Sumedang. Mengapa? Karena tanpa rasa memiliki, kita ini ibarat penghuni kos-kosan yang tidak peduli kalau genteng bocor.
Dengan mengingat akar sejarah, muncul rasa bangga yang organik, bukan sekadar bangga karena viral. Oleh karena itu, edukasi sejarah menjadi menu wajib agar warga tidak hanya tahu “Sumedang itu Tahu”, tapi juga tahu betapa heroiknya perjalanan para leluhur dalam membangun fondasi wilayah ini.
Visi Simpati: Dari Kertas ke Realitas
Selanjutnya, melalui visi Sumedang Simpati (Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, dan Kreatif), pemerintah memacu seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Kita harus mengakui bahwa merancang masa depan yang cerah itu lebih sulit daripada merancang filter Instagram.
Berikut adalah poin penting yang menjadi harapan dari rangkaian acara tahun ini:
- Evaluasi yang Jujur: Menjadikan momentum HJS sebagai waktu untuk “ngaca” secara total atas kekurangan di masa kini.
- Merawat Warisan: Memastikan tradisi lokal seperti Ngagogo Lauk tetap lestari, bukan hanya sebagai konten video, tapi sebagai perekat kekompakan warga.
- Aksi Nyata: Mengubah slogan “Simpati” menjadi aksi yang bisa dirasakan langsung oleh perut dan dompet rakyat, bukan sekadar pemanis spanduk di pinggir jalan.
Penutup yang “Nyelekit” Tapi Manis
Pada akhirnya, mencintai Sumedang itu harus seperti mencintai Ubi Cilembu; manisnya meresap sampai ke dalam, bukan hanya lengket di kulit luar saja. Pemerintah berharap seluruh rangkaian acara ini mampu menyuntikkan adrenalin rasa memiliki yang kuat bagi seluruh warga.
Mari kita rayakan HJS 448 dengan semangat baru. Jangan hanya mengobarkan semangat saat berebut ikan di kolam, tetapi justru memamerkan keloyoan saat mendapat tantangan menjaga kebersihan lingkungan. Ingat, Sumedang itu milik kita bersama, bukan milik vendor tenda acara saja!***
