GARUT, Wplus62.com – Euforia Idulfitri 1447 Hijriah menyisakan pil pahit bagi warga Kabupaten Garut. Harga gas elpiji 3 kilogram, atau yang populer dengan sebutan “gas melon”, melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp35.000 per tabung di tingkat pengecer. Tak hanya mahal, barang bersubsidi ini pun mendadak langka di pasaran.
Desi, seorang warga Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk, mengungkapkan keluh kesahnya terkait fenomena tahunan yang kian mencekik ini. Ia menyebut kenaikan harga sudah terasa menyengat sejak beberapa hari menjelang Lebaran.
“Menjelang Lebaran harganya sampai Rp35 ribu, itu juga barangnya susah didapat,” keluh Desi saat diwawancarai pada Kamis (26/03/2026).
Harga Turun, Tapi Barang Tetap Gaib
Meski puncak perayaan Idulfitri telah berlalu, beban masyarakat belum sepenuhnya terangkat. Desi membeberkan bahwa harga memang mulai merosot ke angka Rp25.000 per tabung. Sayangnya, penurunan harga ini gagal menjamin kemudahan akses stok bagi warga.
Masyarakat harus “berburu” ke berbagai pelosok desa hanya untuk satu tabung hijau tersebut. Kondisi distribusi yang tidak normal ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga.
“Sekarang turun jadi Rp25 ribu, tapi tetap saja susah. Sudah cari ke mana-mana juga tidak mudah dapat,” lanjutnya.
Distribusi Dipertanyakan
Warga menganggap kelangkaan gas melon ini sangat janggal. Sebagai kebutuhan dasar, macetnya pasokan gas elpiji 3 kg sangat memukul ekonomi rumah tangga, terutama di saat konsumsi masyarakat sedang meningkat tinggi pasca-hari raya.
“Yang aneh, kenapa gas isi ulang bisa susah banget didapat,” tambah Desi heran.
Kini, warga Garut mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera:
- Melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan dan pengecer.
- Menormalisasi rantai distribusi agar stok kembali melimpah.
- Dinas terkait memberikan sanksi keras kepada setiap pengecer yang nekat menjual gas di atas harga resmi.
Hingga laporan ini terbit, warga masih menantikan solusi nyata agar dapur mereka tetap mengepul tanpa harus menguras kantong demi mendapatkan barang subsidi tersebut.***
