SUMEDANG, Wplus62.com – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa indikator kesuksesan ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan transformasi sikap yang lebih baik setelah bulan suci berakhir. Pesan kuat ini ia sampaikan dalam agenda Safari Ramadan 2026 di Masjid Raya Ciromed (Merci), Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, Selasa (24/2/2026).
“Indikator puasa kita diterima adalah ketika setelah Ramadan kita semakin dekat kepada Allah SWT, akhlak semakin baik, dan mampu meninggalkan perbuatan buruk,” ujar Dony di hadapan unsur Forkopimcam, pejabat Pemkab, dan masyarakat setempat.
Ramadan Sebagai Sekolah Pengendalian Diri
Dony menyebut Ramadan sebagai “sekolah kehidupan” yang melatih kedisiplinan dan kesabaran. Ia menekankan bahwa kendali penuh atas kualitas ibadah berada di tangan masing-masing individu.
“Kendali itu ada pada diri kita sendiri. Mau bangun sahur atau tidak, membaca Al-Qur’an atau tidur lagi, itu pilihan. Ramadan melatih kita mengendalikan diri,” tegasnya.
Untuk memaksimalkan bulan suci ini, Bupati mendorong jamaah mengejar target ibadah yang nyata, seperti:
- Menjaga lisan dan perilaku.
- Menuntaskan salat tarawih hingga akhir bulan.
- Menyelesaikan target khatam Al-Qur’an.
- Berburu keberkahan malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir.
Dorong Kolaborasi Pembangunan dan Kepedulian Sosial
Tak hanya soal spiritualitas, Dony mengajak warga memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah. Ia meyakini bahwa berbagi kepada sesama akan mendatangkan keberkahan bagi kehidupan pemberinya.
Di sisi lain, Bupati memanfaatkan momentum ini untuk meminta dukungan masyarakat terhadap program pembangunan di Sumedang. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam memajukan daerah.
“Kemajuan Sumedang memerlukan kolaborasi seluruh masyarakat agar pembangunan berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan bersama,” tambahnya.
Penyerahan Bantuan Masjid dan Guru Ngaji
Sebagai bentuk aksi nyata, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menyerahkan sejumlah bantuan dalam kegiatan tersebut, di antaranya:
- Sarana dan prasarana untuk Masjid Raya Ciromed.
- Santunan bagi 12 guru ngaji non-ASN sebagai apresiasi atas dedikasi mereka membina pendidikan keagamaan.
Bupati menutup acara yang berlangsung khidmat ini dengan ajakan agar masyarakat menjadikan Ramadan 2026 momentum peningkatan kualitas diri yang melampaui tahun-tahun sebelumnya.***
