SUMEDANG, Wplus62.com – Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Jawa Barat memadati Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Dusun Simpang, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (01/02/2026). Kedatangan mereka bertujuan mengikuti Rajaban Akbar 1447 Hijriah sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Acara bertajuk Silaturahmi Kubro ini menjadi momentum penting bagi para ulama, habaib, santri, hingga aparat TNI-Polri untuk menggelar doa bersama demi keselamatan dan keberkahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan Abuya KH Muhyiddin: Ulama dan Pemerintah Harus Bersinergi
Pimpinan Ponpes Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya KH Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, MA, menyampaikan tausiyah yang menggetarkan hati. Ia mengajak jamaah memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT, terutama di bulan Sya’ban yang penuh berkah.
“Kita bersyukur dapat berkumpul bersama para ulama, santri, dan unsur pemerintahan untuk membangun kebaikan bersama,” ujar Abuya.
Dalam orasinya, Abuya menekankan beberapa poin krusial bagi stabilitas nasional:
Peran Strategis Ulama: Ulama memikul tanggung jawab moral untuk membimbing umat di tengah tantangan zaman.
Sinergi Lintas Sektor: Abuya mendorong kolaborasi erat antara ulama, pemerintah, serta TNI-Polri.
Menjaga Persatuan: Kerja sama ini menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman perpecahan dan konflik nasional.
“Ulama seyogianya bergandengan tangan dengan pemerintah dan aparat negara untuk menjaga keutuhan bangsa. Kita wajib menyampaikan nasihat baik demi keselamatan negeri ini,” tegasnya.
Umuh Muchtar Ajak Masyarakat Jaga Ukhuwah
Turut hadir dalam acara tersebut, tokoh masyarakat Jawa Barat, H. Umuh Muchtar. Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai ajang introspeksi diri dan memperkuat kepedulian sosial.
“Kita harus terus mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan. Mari kita doakan agar Indonesia senantiasa mendapat keberkahan,” kata Umuh.
Ia juga mengingatkan bahwa peran generasi muda dan tokoh masyarakat sangat vital dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman bangsa demi terciptanya stabilitas nasional.***
