JAKARTA, W+62.COM– Melalui Instagram @yahyacholilstaquf, pada Selasa (14/10/2025) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil menyatakan protes keras terhadap stasiun televisi Trans7 yang dianggap melecehkan Ulama dan pesantren.
Gus Yahya mengaku berang atas tayangan Trans7 dalam acara Xpose Uncensored pada Senin kemarin (13/10/2025) yang dianggap melecehkan bahkan menghina warga Nahdatul Ulama (NU) dan pesantren.
“Saya keberatan dan protes keras, terhadap tayangan Trans7 dalam segmen acara Xpose Uncensored Senin kemarin,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, acara itu secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren, tokoh pesantren dan juga yang dimuliakan oleh NU. “Menghina hal-hal yang berkaitan dengan nilai mulia yang dipegang teguh oleh dunia pesantren,”sambungnya.
Tayangan tersebut, lanjut Ketua Umum PBNU, bukan hanya menciderai prinsip-prinsip Jurnalisme, tetapi cenderung merupakan serangan terhadap harmoni dan ketentraman masyarakat.
“Karena jelas, penghinaan dalam tayangan Trans7 itu, sangat menyinggung dan membangkitkan amarah, bagi kalangan pesantren dan warga Nahdatul Ulama,”katanya.
Pada pernyataannya itu, Gus Yahya menegaskan dan menuntut pihak Trans7 untuk mengambil langkah nyata dan jelas memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan dari tayangan tersebut.
Permohonan Maaf Trans7
Sementara itu, Andi Chairil sebagai Production Director Trans7 telah memohon maaf kepada pimpinan pondok pesantren Lirboyo melalui tayangan di Trans7 pada Selasa pagi (14/10/2025).
Andi mengaku jika dalam tayangan acara Ekspose Uncensored di Trans7 itu, pihaknya lalai dan kurang teliti melakukan sensor yang mendalam dalam tayangan berita itu.
“Kami mengakui adanya kelalaian dan kurang teliti terhadap isi dan materi dari pihak luar. Namun kami tidak akan lepas tanggung jawab atas kesalahan tersebut,” ungkapnya.
Andi juga mengatakan, pihaknya telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung terhadap salah satu putra dari KH. Anwar Mansyur, Gus Adib pada Senin malam (13/10/2025).
“Surat permohonan maaf telah kami sampaikan melalui WhatsApp, dan hard copy akan segera kami sampaikan pula,” ujarnya.
Atas kelalaiannya itu, Trans7 secara terbuka memohon maaf pula kepada pimpinan, pengasuh, santri dan juga masyarakat Indonesia, atas ketidaknyamanan tayangan tersebut.***
