SUMEDANG, W+62.com- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mewakili Penjabat Gubernur Yang tak dapat hadir dalam acara peluncuran Jatinangor City of Digital Knowledge di Gedung Technolife Jatinangor Sumedang, Selasa 10 Desember 2024.
Usai membuka acara, Sekda Jabar itu memberikan penjelasan kepada beberapa awak media perihal kegiatan Jatinangor City of Digital Knowledge.
Menurutnya, Jatinangor ini adalah wilayah perkotaan walaupun bagian integral dari Kabupaten Sumedang yang harus betul-betul dimenej dengan baik dengan kaidah-kaidah manajemen perkotaan.
“Kegiatan ini kolaborasi antara, Pemkab Sumedang bersama pengusaha, dunia pendidikan, Gugus Tugas, serta masyarakat Jatinangor,” katanya.
Herman mengungkapkan, Pemkab Sumedang sudah mengeluarkan Peraturan Bupati dan ada tim pengelola yakni Sekda dan jajaran beserta gugus tugas tentang pengelolaan wilayah perkotaan Jatinangor.
“Kami dari Pemprov Jabar turut mensupport terutama Kawasan Cekungan Bandung, salah satunya Jatinangor untuk pengembangan digital,” ujarnya.
Dengan adanya Jatinangor City of Digital Knowledge ini, diharapkan dapat menjadi transformasi digital di cekungan Bandung. Selain itu, dengan hal itu dapat mendorong pertumbuhan Kabupaten Sumedang.
“Mudah-mudahan pada akhirnya akan menginspirasi Indonesia. Satu sisi dalam bidang kearifan lokal dan budaya yang memanfaatkan teknologi digital,” ungkapnya.
Bimbingan Pertama di Indonesia
Dikatakan Herman, hal itu disadari menjadi tolok ukur Kabupaten Sumedang mengingat jika konsen di pembangunan fisik dan infrastruktur terhitung sangat mahal.
“Jadi kami memulainya dari hal sederhana, potensinya sudah ada yaitu pendidikan, mengingat di Jatinangor kawasan yang dikelilingi perguruan tinggi ternama,” jelasnya.
Sekda Jabar juga menjelaskan keinginannya saat ini, Jatinangor itu bukan hanya membumi tapi juga melangit. Artinya kita akan menyampaikan melalui dunia maya agar lebih dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia.
Lebih jauh Herman Suryatman menjelaskan teknis yang akan dilakukan dalam Jatinangor City of knowledge ini, termasuk penggunaan teknologi Artificial Intelegent (AI).
“Nanti dapat diikuti juga, kita akan datangkan pakar AI memberikan gambaran tentang berbagai kemudahan baik untuk masyarakat maupun pelayanan publik,” tuturnya.
Sekda Jabar itu yakin, dengan teknologi informasi dan Artificial Intelegent, akan bisa memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat.
“Kegiatan bimbingan dari Diskominfo Jabar dan Diskominfo Sumedang tentang teknologi informasi untuk guru BP ini adalah pertama di Indonesia, dan aplikasinya sudah jadi,” ucapnya.
Herman menyebut, AI untuk guru BP sudah diujicobakan di SMA Negeri Jatinangor. “Semuanya akan kita replikasi untuk Kabupaten Sumedang dan kabupaten/kota di Jawa Barat sehingga nantinya Jabar akan menjadi provinsi termaju di Indonesia,” tandasnya.***
