Berita Terkini
Tak Berkategori  

Relokasi Pacuan Kuda Eks Arcamanik Di Desa Raharja Sumedang Tak Kunjung Dibangun, Ada Apa?

SUMEDANG, W+62.com– Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono meninjau beberapa lahan aset Pemprov Jabar yang telah dimiliki namun hingga saat ini terbengkalai. Sepertinya yang dilakukannya di Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari, Sumedang pada Kamis (20/2/2025)

Lahan yang sudah dibebaskan sejak 2016 lalu itu, sejatinya merupakan lahan relokasi pembangunan Sarana Olahraga Arcamanik Bandung, untuk Pacuan Kuda yang terletak di Dusun Cibogo Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari Sumedang.

Ono Surono mengatakan, pentingnya pemanfaatan aset milik pemerintah provinsi secara optimal.  “Kami ingin memastikan lahan-lahan atau aset program Pemprov benar-benar bisa dimanfaatkan, apalagi jika sudah sesuai perencanaan. Hari ini kami mengecek statusnya, termasuk proses administrasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN),” ujarnya.

Dikatakan Ono, yang juga ketua Pordasi Jabar itu, lahan seluas lebih dari 20 hektare ini memiliki potensi besar untuk dijadikan arena pacuan kuda yang representatif.

“Faktor kultur, kontur, dan cuaca dinilai sangat mendukung. Terlebih, keberadaan Tol Cisumdawu semakin memperkuat kelayakan lokasi karena memudahkan mobilisasi kuda dan perlengkapannya menggunakan kendaraan besar,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa meskipun sarana dan prasarana saat ini masih terbatas, berbagai event tetap rutin digelar di tempat ini setiap tahun.

“Kami tetap mengadakan event tahunan seperti peringatan Hari Kemerdekaan, Piala Pangdam III Siliwangi, dan kejuaraan Pordasi. Dengan fasilitas yang masih seadanya saja sudah sangat meriah, apalagi jika dilakukan penataan, terutama di lintasan pacuan,” jelasnya.

Menyikapi Ketersediaan Anggaran

Wakil Ketua DPRD itu menegaskan,  pihaknya akan mendorong agar proyek ini masuk dalam prioritas pembangunan daerah. “Kami akan melihat apakah anggaran memungkinkan. Jika bisa, kami dorong agar arena pacuan kuda Cibogo ini segera ditata mulai tahun depan,” sambungnya.

Ono menilai, selain sebagai arena pacuan kuda, lahan ini juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai pusat olahraga terpadu.

“Tidak hanya untuk pacuan kuda, bisa juga digunakan untuk motocross atau cabang olahraga lainnya. Jadi, kawasan 20 hektare ini bisa dimanfaatkan lebih luas,” katanya

Ditekankan Ono, bahwa pembangunan lahan ini, tidak hanya penting untuk olahraga, tetapi juga sebagai sarana pengembangan pariwisata dan budaya Jawa Barat.

“Pacuan kuda bukan hanya olahraga untuk kalangan menengah ke atas. Saat ada event, banyak masyarakat yang datang sebagai penonton, sehingga bisa menggerakkan ekonomi lokal. Selain itu, kuda juga bagian dari budaya Sunda, seperti Kuda Renggong di Sumedang dan Majalengka,” tuturnya.

Ono menyebut bahwa dirinya akan berdiskusi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, untuk memastikan efisiensi anggaran dan prioritas pembangunan.

“Selain infrastruktur, pendidikan juga jadi perhatian. Masih banyak siswa yang ijazahnya tertahan karena masalah biaya. Pemerintah harus ikut membantu,” pungkasnya.

Proses Sertifikasi Lahan

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat, Gilang, menyambut baik kunjungan Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono yang juga Ketua Pordasi Jabar, di lahan pacuan kuda di Desa Raharja Sumedang.

Ia menuturkan, langkah utama yang saat ini menjadi fokus pemerintah adalah proses sertifikasi lahan yang ditangani oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan DPRD Jabar. Sejak pertama kali saya berkunjung ke sini pada 2023, kondisinya memang masih seperti ini. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini, progresnya bisa terlihat lebih jelas di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Gilang menegaskan, sertifikasi lahan menjadi langkah krusial sebelum pembangunan fasilitas seperti stadion, tribun, dan lintasan pacuan kuda dapat direalisasikan. “Kalau sertifikasi sudah selesai, maka program-program pembangunan yang direncanakan bisa berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah agar dapat digunakan secara maksimal sesuai dengan rencana awal.

“Dengan adanya sertifikasi, diharapkan proyek pengembangan arena pacuan kuda ini bisa segera dieksekusi, sehingga fasilitas olahraga dan pariwisata di kawasan ini semakin berkembang,” ungkapnya.

Harapan Pengcab Pordasi Sumedang 

Menanggapi hal itu, Ketua Pengcab Pordasi Kabupaten Sumedang, Dede Mulyadi mengapresiasi Ketua Fordasi Provinsi Jawa Barat yang sekaligus Wakil Ketua  DPRD Provinsi Jawa Barat itu.

“Mudah-mudahan Pacuan kuda yang kita miliki ini di Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari ini, meskipun ada kebijakan dari Pemprov, tapi berada di  kabupaten dan menjadi aset untuk kabupaten Sumedang juga,” katanya.

Dede berharap semua pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Sumedang ikut dilibatkan untuk mendorong terwujudnya sarana pacuan kuda yang ada di Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari ini.

“Dengan pacuan kuda ini banyak yang harus kita sinkronisasi kan antara olahraga dan juga pariwisata serta budaya. Jadi diharapkan akan menghasilkan sumber potensi secara ekonomis baik untuk masyarakat maupun pemerintah,” tandasnya.***

Exit mobile version