Berita Terkini

Prabowo Gebrak Birokrasi: “Rakyat Tak Butuh Pejabat Formalitas, Tapi Eksekutor Berani!”

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidatonya dalam acara Pelantikan Praja IPDN di Jatinangor Sumedang
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidatonya dalam acara Pelantikan Praja IPDN di Jatinangor Sumedang

SUMEDANG, Wplus62.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendobrak pola pikir birokrasi lama secara tegas saat melantik 1.204 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan 33 di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Melalui amanat yang berapi-api, Kepala Negara menyampaikan pesan lugas bahwa era birokrat yang sekadar duduk manis di balik meja dan bersembunyi di balik aturan resmi kini telah berakhir.

Tepat pukul 08.30 WIB, usai memimpin pembacaan sumpah jabatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa aparatur negara bukan sekadar profesi biasa, melainkan benteng utama kepercayaan publik terhadap Republik Indonesia.

Aparatur Negara Harus Jujur, Bersih, dan Berani Mengambil Keputusan

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya kecepatan dan ketepatan tindakan nyata di lapangan. Ia meminta para pamong praja baru agar meninggalkan mentalitas birokrasi yang lamban dan berbelit-belit.

“Rakyat kita tidak butuh birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat tidak perlu pemimpin yang tidak bekerja dengan baik! Yang dituntut rakyat hari ini adalah aparatur yang jujur, bersih dari korupsi, berani mengambil keputusan, dan hadir paling depan saat rakyat membutuhkan,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pamong praja muda.

Selanjutnya, ia menggarisbawahi bahwa wibawa dan kehormatan negara bergantung pada setiap keputusan yang diambil oleh aparatur di lapangan. Praja IPDN berfungsi sebagai cermin langsung yang menentukan kepedulian negara terhadap masyarakatnya.

  • Menjaga Kepercayaan Publik: Setiap tindakan pamong praja memengaruhi legitimasi pemerintah di mata masyarakat.
  • Menolak Praktik Koruptif: Indonesia memerlukan tatanan pemerintahan yang efisien, unggul, dan bersih total dari korupsi.
  • Mengutamakan Rakyat: Kepentingan rakyat harus selalu berada di atas segala agenda pribadi maupun golongan.

Menyongsong Indonesia Emas dan Kekuatan Ekonomi Dunia

Menatap masa depan, Presiden mengutip proyeksi pakar internasional yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia dalam 25 tahun mendatang. Posisi strategis ini bahkan melampaui negara-negara raksasa seperti Inggris, Jerman, dan Prancis.

Bagi Prabowo, 1.204 praja yang baru dilantik memegang peran sebagai eksekutor utama yang mengawal lompatan sejarah tersebut. Oleh karena itu, para lulusan ini mengisi berbagai posisi strategis nasional, mulai dari tingkat Gubernur hingga pimpinan puncak negara, dalam dua hingga tiga dekade mendatang.

Instruksi Tegas: Kolaborasi Lintas Sektor dan Setia pada Rakyat

Sebagai penutup, Presiden memberikan sejumlah instruksi penting bagi para pamong praja muda sebelum menjalankan tugas pengabdian:

  • Melepas Ego Lembaga: Praja wajib berkolaborasi erat bersama TNI, Polri, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah.
  • Berpegang Teguh pada Konstitusi: Tolak kesetiaan sempit dan junjung tinggi prinsip UUD 1945 sebagai produk perjuangan kemerdekaan.
  • Tetap Membumi: Jaga kehormatan orang tua serta bangsa dengan senantiasa mencintai tanah air dan rakyat.

“Selalu cintai tanah air dan rakyat kita. Saudara adalah anak kandung rakyat, setialah kepada mereka seolah-olah rakyat adalah orang tua saudara sendiri. Selamat bertugas, selamat berjuang. Indonesia menanti pengabdian terbaikmu!” pungkas Presiden Prabowo.***

Exit mobile version